Bastian Lubis : Kasus Yamin Sederhana Apabila APH Serius

PAREPARE,CYBERPARE.Com — Kasus pengadaan obat tahun 2016 – 2017 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare telah mengakibatkan kerugian negara hingga 2,2 Miliar rupiah, dan hingga saat ini Kejaksaan Negeri Parepare telah menetapkan tiga orang tersangka, diantaranya Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Andi Makkasau Muh. Yamin, Taufiqurrahman sebagai bendahara, dan Syukur sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada waktu itu.

Setelah setahun berlalu, sejak bulan Maret 2018 hingga juni 2019, kasus ini belum juga di limpahan ke pengadilan negeri parepare, padahal ketiga tersangka telah berkali-kali diperiksa.

Hal ini pun menarik perhatian dari penyidik senior Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Patria Artha, Bastian Lubis. Menurutnya kasus ini harus dipertanyakan, karena kasus ini seharusnya sudah di limpahkan ke pengadilan, apalagi tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan penetapan tersangka ini minimal telah memiliki dua barang bukti.

” kalau belum dilimpahkan, ini yang harus dipertanyakan karena kalau sudah ada tersangkanya, pasti sudah punya minimal dua barang bukti”. Pungkasnya saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat, Minggu (30/6/2019).

Bastian juga berharap agar kasus ini tidak terbengkalai dan tidak ada kepastian hukum, sehingga kuat dugaan, tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan obat ini menjadi atm bagi oknum penegak hukum di kota parepare.

“jangan sampai masalah ini hanya digantung terus dengan tidak ada kepastian hukumnya, sehingga ada dugaan kuat jadi atm bagi oknum penegak hukumnya”.

Tak hanya itu, Bastian Lubis yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Patria Artha menyebutkan, kasus ini sangatlah sederhana apabila aparat penegak hukum di kota parepare serius menangani kasus tersebut.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parepare Andi Darmawangsa menanggapi tudingan Bastian Lubis, Andi Darmawangsa menekankan, ketika tudingan tersebut dilayangkan ke bawahannya, seharusnya disertai dengan bukti terlebih dahulu.

” Kalau ada yang berkomentar perihal ada ATM seperti itu, harusnya ada bukti dulu” terangnya. (Chank)

Related posts

Leave a Comment