oleh

Ketua DPD II Golkar Parepare Sesalkan Oknum Legislator Golkar Diduga Lakukan KDRT

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Oknum anggota Fraksi Golkar DPRD Parepare, H.Mulyadi, yang di laporkan oleh istrinya, Hj. Fitriani, yang diduga kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kini tengah berproses di Polres Parepare. Rabu, 9

Hal tersebut diketahui setelah adanya pengaduan korban dibuktikan dengan laporan dari Polres Parepare tertanggal 7 Oktober 2019 yang ditanda tangani oleh Iptu La Onding.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD II Golkar Parepare, H.M Taufan Pawe, angkat bicara saat usai rapat pelantikan Ketua DPRD Parepare, di Kantor DPRD Parepare.

Kata Taufan Pawe saat memberikan keterangan persnya, dia mendukung dan mensupport penegak hukum dalam hal ini Polres Parepare, memproses Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menyeret oknum legislator Golkar Parepare.

Perbuatan pidana yang dilakukan oleh pengurus Golkar tidak perlu dibelah karena perbuatan yang tidak sesuai kode etik Golkar, kata Taufan.

Terkait adanya kasus tersebut, Ketua DPD II Golkar Parepare itu, menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk segera dituntaskan.

“Saya selaku ketua DPD II Golkar tidak membenarkan adanya perilaku kekerasan dalam rumah tangga, apalagi saya sudah ketemu korban dan meminta kasus ini tetap dilanjutkan,” jelasnya.

Praktisi hukum ini tidak mau mencampuri urusan pribadi pelaku dengan organisasi Golkar, jika berbuat maka proses pidana harus dijalani.

“Jadi kami tidak mau mencampuri urusan pidana dilakukan oleh anggota pengurus Golkar, justru kami sesalkan pelaku berbuat tidak etik,”ucap Taufan

Kata Taufan Pawe, proses pidana KDRT ini tidak ada yang diistimewakan, semua sama dihadapan hukum.

“saya selaku ketua Golkar tidak mencampuri masalah pidana KDRT dilakukan oleh anggota pengurus Golkar, malahan saya mendukung untuk diproses sesuai hukum berlaku, tidak ada yang diistimewakan dalam kasus ini,” terangnya.

Ketegasan itu menyusul kejadian yang dilakukan anggota DPRD Kota Parepare, Mulyadi yang dilaporkan istrinya ke polisi. Kegeraman Taufan memuncak mengingat Mulyadi merupakan kader Golkar. Sementara Taufan adalah Ketua DPD II Golkar Parepare. 

  “Saya dalami sedikit persoalan dan ternyata itu terungkap jika persoalan ini juga melibatkan ASN Sekretariat DPRD kota Parepare, ini kemudian segera akan dilakukan tindak lanjut,” tegasnya. Rabu, 9/10/2019

Ditambahkan, Taufan akan segera memerintahkan sekda dan inspektorat untuk memanggil dan memeriksa staf sekwan atau ASN yang menjadi biang masalah ini, jika itu terbukti maka oknum ASN itu diberi sanksi.

Sementara Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi mengatakan, dia menegaskan bahwa kasus KDRT yang dilakukan oleh oknum legislator Golkar tetap ditindak lanjuti sesuai hukum berlaku.

” Kasus ini sudah kami tangani dan korban sudah dimintai keteranganya oleh penyidik,”terangnya.

Selanjutnya penyidik akan segera manggil pelaku untuk dimintai keteranganya sesuai hukum berlaku. (uk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *