Hutan Lindung, Objek Wisata dan Hari Hutan Sedunia 

Hutan Lindung, Objek Wisata dan Hari Hutan Sedunia 
Spread the love

TORAJA UTARA, Cyberpare.com –Peringatan Hari Hutan Sedunia, yang diperingati pertama kali, 21 Maret 2013  lalu berdasarkan resolusi PBB 28 November 2012, menjadi moment yang patut diperingati dengan menjaga hutan lindung di sekitar kita.

Hari inipun, menjadi langkah awal untuk melihat hutan lindung, khususnya yang ada di Toraja. Lalu bagaimana jika hutan lindung tersebut, kemudian diserobot untuk pembukaan lahan objek wisata, yang tentunya untuk kepentingan pribadi demi meraut keuntungan.

Objek wisata Pongtorra Lolai  Kabupaten Toraja Utara, telah melanggar aturan tersebut. Hutan lindung yang seharusnya dijaga bersama, justru sekarang berubah menjadi pusat untuk mencari keuntungan pribadi tanpa melihat efek lingkungan yang akan terjadi kedepan, bahkan diketahui sebelumnya lembang sikuku diterjang bencana tanah longsor yang lokasinya tidak jauh dari objek wisata tersebut.

Kepala Dinas Parawisata Toraja Utara Harlie Patriot, saat ditemui di sela-sela jam kerjanya mengatakan dengan tegas bahwa Objek Wisata Pongtorra Lolai, tidak memiliki ijin pembangunan objek wisata dan menyerobot hutan lindung.

“saya paham mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik Pongtorra yang serobot beberapa hektar hutan lindung, dan itu ilegal.” tegas Harli Patriano, Rabu (21/3/2018).

Keberadaan objek wisata ini, juga tidak terdaftar menjadi salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Toraja Utara.

Diketahui, Setiap tahunnya 13 juta hektare hutan (luas yang kurang lebih sama dengan luas Inggris) menghilang dari muka bumi. Bersamaan dengan hilangnya hutan, hilang pula ekosistem yang ada di dalamnya, termasuk spesies tumbuhan dan hewan langka.(Mas / Effendy)

https://cyberpare.com/wp-content/uploads/2017/08/IMG-20170804-WA0159.jpg"

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan