Luka Dalam Karena Dianiaya, Bisa Sebabkan Kematian 

Spread the love

Gambar : Ilustrasi

PAREPARE, Cyberpare.com — Kasus kekerasan terhadap anak yang kini ditangani pihak Kepolisian, melibatkan Guru Olahraga yang juga membuka Kelas Pelatihan Olahraga di Sekolah Unggulan terkemuka di Kota Parepare. Dinilai kekerasan yang menimpa korban YF yang kini masih menjalani rawat jalan karena luka dalam, bisa memgakibatkan korban mengalami luka yang serius dikemudian hari, dan bisa mengakibatkan kematian.

Penilaian ini dijelaskan Seorang Dokter Umum yang enggan identitasnya disebutkan dalam perkara ini, (menghargai proses Pemeriksaan yang dilalukan dokter sebelumnya)

Penganiayaan ini, berawal dari latihan basket, Jum, at 12 Oktober 2018 lalu, dan mengakibatkan YF (15) Pelajar kelas 9 di SMPN 2 Kota Parepare ini, menderita luka dalam di Ulu hati hingga harus beristirahat beberapa waktu dan menjalani rawat jalan hingga kondisinya benar-benar pulih, sebelum masuk sekolah. YF juga sempat dirawat di Rumah Sakit Sumantri selama lima hari dan kini kondisinya masih terbaring lemah.

Salah seorang Penggiat Hukum di Kota Parepare Azhar, menilai Kekerasan terhadap anak merupakan tindak pidana luar biasa yang dilakukan salah seorang Oknum guru, Selain itu perbuatan pelaku dinilai melanggar pasal 13 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 yang sudah dirubah ke undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, terang Ashar.

Terpisah Kepala Sekolah SMPN 2 Unggulan Kota Parepare, Hj.Sri Ayundyah Spd.Mpd. mengaku Jika Oknum Guru Olahraga. Bustam, mengaku tidak sengaja memukul anak itu dan sama sekali tidak memiliki niat untuk memukulnya,

Kepala Sekolah yang terbilang lama di SMPN 2 Kota Parepare ini juga menilai jika, persoalan itu, pak Bustam bukan Berkapasitas sebagai Guru Olahraga, melainkan sebagai Pelatih Basket, karena menururnya Bustam mengajar di Kelas 7 dan 8 di SMPN 2 Sebagai Guru Olahraga, meski demikian kami menyesali hal itu.

“Saya sangat menyesal dan mengecam keras jika ada guru yg melakukan tindak kekerasan di SMP 2. Bukan hanya sekarang tetapi sejak dulu saya selalu memberi peringatan keras kepada guru guru saya agar tidak melakukan tindak kekerasan apapun bentuknya terhadap anak anak kami” Terang Kepala Sekolah kurang lebih 6 tahun memimpin di SMPN 2 ini. (Effendy)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *