Pemerhati Anak : Penganiayaan Pelajar di SMPN 2 Adalah Kriminal

Spread the love

PAREPARE, Cyberpare.com – Kekerasan  anak yang kini ditangani pihak Kepolisian, antara (BS) Oknum Guru Olahraga SMPN 2 Kota Parepare dan (YF) Dinilai sejumlah pihak adalah murni bentuk kriminal yang dilakukan Oknum Guru.

Penilaian ini dikemukakan Aktifis Sosial dari (Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak, Buruh dan HAM  (YLPPAB-HAM) H.Ahmad Soekarno Oedin, sebagai bentuk prihatin terhadap anak yang merupakan korban penganiayaan.

“Seharusnya guru tidak perlu melakukan kekerasan, pemukulan dalam melakukan tugas sebagai seorang pendidik, dan seharusnya sebelum diproses di Kepolisian, Internal SMP 2 menyelesaikan dan memberi sangsi kepada pelaku atas petunjuk dari akibat pemukulan yang mengakibatkan luka dan cacat permanen. Namun jika hal ini membuat korban terganggu dalam melakukan aktifitas,  maka selayaknya pihak Kepolisian melakukan tindakan hukum, selaku bentuk respon terhadap Perlindungan terhadap anak” terang As.Oedin.

Diketahui (YF) Pelajar SMPN 2 kelas 9 ini, masih menjalani rawat jalan karena luka dalam yang dideritanya, kondisinya ini awalnya disikapi Azhar, seorang Penggiat Hukum di Kota Parepare menilai, Kekerasan terhadap anak merupakan tindak pidana luar biasa yang dilakukan seorang Oknum guru, Selain itu perbuatan pelaku dinilai melanggar pasal 13 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 yang sudah dirubah ke undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, terang Ashar.

Terpisah Kepala Sekolah SMPN 2 Unggulan Kota Parepare, Hj.Sri Ayundyah Spd.Mpd. mengaku Jika Oknum Guru Olahraga. Gustam, mengaku tidak sengaja memukul anak itu dan sama sekali tidak memiliki niat untuk memukulnya, Ia juga menjelaskan jika Gustam mengajar di Kelas 7 dan 8 di SMPN 2 Sebagai Guru Olahraga.

Kasus penganiayaan yang terjadi Jum, at 12 Oktober 2018 lalu, mengakibatkan YF (15) Pelajar kelas 9 di SMPN 2 Kota Parepare ini, menderita luka dalam di Ulu hati hingga harus beristirahat beberapa waktu.

Pihak Kepolisian hingga saat ini sementara melakukan proses pemeriksaan terhadap kasus ini, korban (YF) diketahui sudah menjalani Pemeriksaan di Unit Perlindingan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Parepare.

Meski pihak sekolah mengupayakan mediasi antara korban dan pelaku, namun pihak Kepala Sekolah SMPN 2 Unggulan Kota Parepare, Hj.Sri Ayundyah Spd.Mpd. mendukung upaya hukum yang dilalukan pihak Kepolisian.

“Sebagai Warga Negara yang baik maka kita harus menghormati proses hukum dan saya akan isinkan jika Jika Oknum Guru Olahraga (Bs) dimintai untuk menjalani Pemeriksaan di Kepolisian” Ungkapnya. (Effendy)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *