oleh

Bantuan Sulteng di Parepare Masih Menumpuk, Komitmen TP Diuji

PAREPARE, Cyberpare.com — Amanah masyarakat Parepare, Sulawesi Selatan, berupa bantuan untuk korban bencana gempa, tsunami  dan likuifaski di Sulteng, masih menumpuk di kantor BPBD  dan Dinas Pendidikan Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Kini janji Wali Kota Parepare sebelumnya yang akan mendistirbusikan pada hari Jumat ini tanggal 23 November belum juga ditepati.

” Sesuai Jadwal kami telah menyiapkan bantuan yang menumpuk di Aula kantor. Makanan yang kadaluarsa sudah kami pisahkan dengan makanan yang masih layak. Bantuan di Dinas Pendidikan ini siap angkut. Rencana memang hari ini namun belum ada perintah pimpinan, ” Kata Pllt, Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, Kadarusman Jumat (23/11/2018).

Sementara di kantor BPBD Parepare, puluhan ton amanah bantuan untuk korban di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesu Tengah juga masih menumpuk, bahkan kondisinya lebih parah dibanding yang ada di Dinas Pendidikan Kota Parepare. Bantuan berupa pakaian bekas masih terlihat basah, karena terkena hujan.

 

Sebelumnya Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Taufan Pawe menjadwalkan pada tanggal 23 November 2018 bertepatan hari ini, bantuan untuk Sulteng akan didistrubusi ke Sulteng. Namun hingga kini Pihak Dinas Pendidikan dan BPBD Parepare, masih menunggu Perintah dari Wali Kota Parepare.

” Kami jadwalkan tanggal 23 Novemeber 2018 rencana kami alokasikan sendiri. Saya berencana juga akan ikut kalau tidak ada halangan yang urjen. ” Kata Taufan Pawe beberapa hari lalu.

Sementara kritikan yang pedas kembali dikeluarkan warga Parepare. Pemerintah Parepare dianggap tidak amanah.

” Pemerintah Kota Parepare kami anggap tidak amanah. Bayangkan bantuan dari warga Parepare disejumlah instansi belum juga diantarian bahkan sampai dibiarkan rusak dan kadaluarsa. ” Kata salah seorang tokoh masyarakat Kota Parepare, Rudi Najamuddin.

Rudi yang juga merupakan relawan saat terjadi musibah yang memporak porandakan Palu, Sigi dan Juga Donggala merasa prihatin melihat bantuan yang menumpuk itu, dimana masyarakat Korban bencana Sulteng sangat membutuhkan bantuan.

” Saya pernah beberapa kali membawa bantuan ke Palu, Sigi dan Donggala merasa prihatin. Para korban di Sulteng masih sangat membutuhkan bantuan, utamanya makanan. Kalau tidak mampu Pemerintah semestinya bekerja sama dengan relawan seperti kami. Kami siap mengantarkan bantuan itu. ” Ungkap Rudi Najamuddin.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *