Diduga Diejek, Petani di Pangkep Parangi Rekannya Hingga Meninggal

PANGKEP, Cyberpare.com — Diduga karena persoalan ejek-ejekan, petani di Kabupaten Pangkep melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (Parang) terhadap rekan sesama profesinya, Selasa (11/12/2018).

Penyidik Polres Pangkep, Bripka Muhammading mengatakan, penganiayaan tersebut melibatkan pelaku Junaedi (44) dengan korbannya Jamaluddin, dan disaksikan warga Patahuddin sebagai saksi.

“Akibat penganiayaan dengan senjata tajam tersebut, korban meninggal dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kronologis kejadiannya, saat itu pelaku berada di sawah miliknya, yang kemudian dihampiri oleh korban sambil menunjuk-nunjuk.

“Tidak terima ditunjuk, pelaku kemudian mendatangi korban dan mencabut parangnya, dan mengayungkan ke arah korban hingga menghantam tangan dan Kepala korban,” katanya.

“Bahkan pelaku sempat mengeluarkan kata-kata menggunakan bahasa Bugis, seperti ‘Iko mettona tau mappatua-tuai’ artinya suka mengejek,” bebernya.

Pelaku menganiaya korban dengan senjata tajam dilakukan secara berulang-ulang, hingga korban meninggal. (*)

Related posts

Leave a Comment