Dikembangkan Warga, Desa Bojo Lirik Kuliner Jagung

Berita terkini

BARRU, Cyberpare.com — Desa Bojo I  Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru, sejak 10 tahun terakhir masyarakat setempat mendirikan bilik bilik sederhana untuk menawarkan hasil tanaman Jagung yang dikembangkan masyarakat sekitar. 

Usaha itu dilakukan warga setempat untuk menjual hasil panen Jagung yang dilakukan masyarakat sekitar, membantu perekonomian keluarganya.

Meski masih menjadi usaha sampingan kaum ibu ibu, namun usaha ini, mulai dikenal masyarakat sekitar, baik dari warga setempat, Masyarakat Parepare dan warga yang melintas di wilayah dari rute Makassar – ke Wilayah Kabupaten lainya dan arah sebaliknya. 

Seperti yang diungkapkan I Danri, salah seorang penjual Jagung Rebus di Desa Bojo I, Ia mengaku setiap harinya jika musim jagung Ia menawarkan Jagung rebus kepada warga yang melintas, tak jarang warga biasa mampir makan dan juga membawa pulang. 

“Di bilik bilik kecil area ini, ada beberapa Ibu ibu jual jagung rebus, itu merupakan hasil kebun warga, tapi masih sederhana, baru ada kisaran 4 – 5 Bilik usaha warga, itupun jika musim Jagung, berbeda dengan di Laju (Kuliner Usaha Jagung di Wilayah Barru lainnya)” kata I Danri. 

Ia berharap Pemerintah setempat, bisa menata kawasan ini, seperti kawasan kuliner yang lebih bagus, sehingga masyarakat bisa singgah dengan sengaja, kami pun usahanya secara berkelanjutan bukan hanya saat musimnya. 

Risal, salah seorang warga dari Kota Makassar yang hendak ke Polman mengaku, sengaja singgah beli jagung rebus di area ini, karena tidak se sibuk dengan yang ada wilayah sebelumnya, Ia memilih beli dalam bungkusan untuk keluarganya. 

Kepala Desa Bojo I H.Arifin Tinulu, dihubungi terkait hal ini, mengaku memang melirik pengembangan usaha Kuliner di wilayahnya, hanya saja Ia membutuhkan penambahan lahan untuk membenahi dan membangun bilik bilik tempat jualan warga yang lebih bagus, bilik pemanen dan ada area parkir, biar yang singgah tidak mengganggu alur lalulintas. 

“Kami memang sementara melirik usaha kuliner warga setempat ini, karna sudah ada sejak lama, hanya saja Kami perlu sosialisasikan ke warga, agar ada lahan yang disiapkan untuk mendukung program ini” jelasnya. 

Dijelaskannya di 2018 Desa Bojo I sudah memanfaatkan Dana Desa sekitar Rp.50 Juta untuk sektor Pertanian, program itu berupa pemberian Pertanian, Cangkul, Spray (alat semprot) Bantuan Bibit dan Mesin Tanam, katanya. 

Kepala Desa yang memimpin Desa Bojo I memasuki 2 Periode ini, mengaku selain sektor Pengembangan Usaha Warga, Ia juga memprogramkan Bumdes yang diberikan berupa Kucuran dana bantuan usaha kepada sejumlah warga yang berusaha, dan itu mencapai angka Rp.362 Juta untuk pengembangan usaha warga, di Desa Bojo I kurung waktu 2018 ini, Ia memperoleh Dana Pengembangan Desa hingga Rp. 2 Miliar lebih. (Effendy)
 

Related posts

Leave a Comment