Sejumlah Proyek di Parepare Terlambat, Ini Kata PPK nya

Berita terkini

PAREPARE, CYBERPARE.COM — Sejumlah proyek fisik di Kota Parepare yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 dipastikan mengalami keterlambatan dalam pengerjaannya yang melewati batas waktu sesuai kontrak 31 Desember 2018.

Ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sukriadi, Jumat (21/12/2018).

“Keterlambatan penyelesaian proyek tersebut dikarenakan kontrak kerja dikeluarkan di bulan Oktober, atau masuk pada anggaran perubahan dengan pertimbangan akan selesai akhir bulan Desember 2018,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah proyek yang mengalami keterlambatan diantaranya proyek Auditorium BJ Habibie sebesar Rp4,3 miliar, Rehab Sedang Kantor Binalipu Rp1,5 miliar, Proyek pembangunan Gedung Call Centre 112 terpadu sebesar Rp3,8 miliar dan Rehab Masjid Agung sebesar Rp600 juta.

Sukriadi menjelaskan, untuk keterlambatan kegiatan tersebut rekanan akan dikenakan denda keterlambatan dari kontrak yang belum di kerja.

“Sesuai UU Jasa konstruksi yang baru yaitu memberikan kesempatan selama rekanan atau penyedia mempunyai itikad baik, maka diberikan kesempatan untuk menyelasaikannya,” bebernya.

“Hal tersebut juga diatur dalam perpres .No 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah yang tertuang pada pasal 56 ayat (1) dalam hal penyedia gagal menyelasikan pekerjaan sampai masa pelaksanaan kontrak berakhir,” katanya.

Sukriadi menilai, jika penyedia mampu menyelesaikan pekerjaan, maka PPK memberikan kesempatan penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan. (*)

Related posts

Leave a Comment