Dugaan Kasus Korupsi Bedah Rumah 2017, Kejari Parepare Masih Lakukan Pulbaket

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Kasus dugaan korupsi program bedah rumah tahun 2017, masih bergulir dan ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare.

Kasi Pidsus Kejari Parepare, Faizah mengaku, pihaknya masih melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait kasus bedah rumah tersebut.

“Kita masih kumpulkan keterangan kekuatan melawan hukum dan melawan negara. Sudah ada beberapa keterangan yang dikumpulkan, namun kami nilai masih butuh dilengkapi,” ujarnya, Senin (14/1/2019).

Faizah mengatakan, sekitar 226 unit dari empat kelurahan di Kota Parepare yang mendapat program bedah rumah.

“Setiap rumah dianggarkan sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta,” katanya.

Sebelumnya, warga Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Muhammad Hatta, menagih janji Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare yang diminta segera menuntaskan kasus dugaan mark up program bedah rumah.

“Saya bersama dua penerima manfaat lainnya pernah dipanggil menjadi saksi oleh pihak kejaksaan. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi atau tindakan yang dilakukan,” ujarnya. (di)

Related posts