oleh

OPINI : Tumpahan Solar di Mata Hukum

Penulis : Guntur, SH

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Menyorot tumpahan solar di pantai Cempae, Kelurahan Watang Soreang, Kota Parepare, beberapa waktu lalu, dan masih meninggalkan tanya besar di mata hukum.

Menurut pengamatan saya, secara hukum tidak mudah mempidanakan Kapal Tanker MT Golden Pearl XIV milik PT. Soechi Lines. Tbk atau kapal tanker sejenis yang telah diduga melakukan pencemaran atas penumpahan minyak di laut Parepare.

Selain belum adanya aturan hukum pidana yang jelas yang ditujukan terhadap suatu badan usaha atau pengusaha tengker tersebut, pihak berwenang juga mesti melakukan investigasi terlebih dahulu berupa kajian yang mendalam.

Melakukan investigasi dibutuhkan waktu lama, karena hasil kajian bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Tergantung tingkat dan level yang yg diakibatkan oleh pencemaran.

Tahapan bisa melalui uji laboratorium dan pengkajian, terkhusus apakah tumpahannya berdampak luas terhadap pencemaran laut, jenis-jenis satwa termasuk organisme biota laut, tumbuhan manggrove atau nilai kerugian masyarakat akibat pencemaran.

Disamping itu, juga dilihat faktor apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Mereka juga kebal, karena terikat oleh organisasi asuransi Internasional pada konvensi IMO UNCLOS 82, Konvensi Marpol 73/78, dan CLC.

Semua ada jalurnya, dan yang dapat mengklaim ini adalah Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Lingkungan Hidup setempat, seraya meminta petunjuk kepada Kementerian Negara Lingkungan Hidup agar masalah dugaan pencemaran ini secepatnya diusut tuntas.

Sanksinya bisa berupa pencabutan izin operasional atau sarana ganti rugi akibat pencemaran. Sehingga tidak lagi ada pihak-pihak yang dapat mengklaim, bahwa dugaan kebocoran itu berakibat pidana.