Tekan Kerawanan, KPU Gelar Rakoor Dengan Aparat Hukum

CUBERPARE.COM, PASANGKAYU, – Polres Mamuju Utara menghadiri rapat koordinasi (Rakor) untuk menyambut tahapan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Bulan 17 April  2019 mendatang, bertempat di ruang Cafe Prosa Jalan Sultan Hasanuddin Kabupaten Pasangakayu.

Selain Ketua Kpu, hadir dalam Kegiatan ini, adalah Kadis PMD Kab.Pasangkayu Arfan Lasibe, Kabag Ops AKP. Rigan Hadi Nagara S.Ik mewakili Kapolres Matra,Komisioner KPU Kab.Pasangkayu Devisi Hukum Alamsyah, Komisioner Bawaslu Kab.Pasangkayu Syamsuddin, Sh,Mewakili Kesbang Pol Kab.Pasangkayu Syamlan Mallo,Kasat Pol PP Kab.Pasangkayu Muliady Halim, Fauzi Mewakili Kejari Matra dan Serda Hasanuddin yang mewakili Dandim 1427 Pasangkayu.

Ketua KPU. Kab.Pasangkayu Syahran Ahmad S.Pd, mengaku, mengundang Kapolres Matra, Dandim,Pmd,Kejaksaan dan lainnya tujuannya untuk menyampaian persepsi terkait persiapan pelaksanaan pengamanan Pileg 2019.

Kabag Ops Polres Matra AKP. Rigan Hadi Nagara S.Ik mengatakan Rakor yang diadakan merupakan tahap Lanjutan menyambut pemilu 2019 dengan melaksanakan rapat koordinasi terus menerus untuk menghindari Kesalahan dan Meminimalisir Kesalahan Dalam Pemilihan ini.

Dalam Arahannya juga, Rigan Menyampaikan bahwa perlu di agendakan Rapat Koordinasi dengan mengundang Bapak Bupati Kab.Pasangkayu, Kapolres Matra, Dandim 1427 Pasangkayu, Kajari Pasangkayu, Kpu Pasangkayu, Bawaslu Pasangkayu, Kepala Dinas Pmd, Para Kepala Desa dan Para Kepala Dusun untuk membahas tindak lanjut tingkat kerawanan yang ada dalam Wilayah Kab.Pasangkayu.

Lanjutnya, pihak kepolisian sudah menyampaikan masukan-masukan dan kendala yang ditemui. Sehingga kedepannya bisa mendukung pelaksanaan pengamanan dan menciptakan pileg dan pilpres yang aman dan damai di Kab.Pasangkayu.

“Perkuatan sesuai dengan tahapan, dalam waktu dekat ini nanti kita libatkan sebanyak 1/3 kekuatan dulu dan untuk mendekati tahapan inti akan kami tambah 2/ 3 kekuatan, salah Satu Potensi tingkat kerawanan adalah persaingan di Desa dikarenakan banyaknya Caleg dalam 1 Desa dapat mengakibatkan kerawanan semakin tinggi” ungkapnya.(Tomy / Effendy)

Related posts