Rakyat : Pak Wali, Tiga Tahun Kami Beli Air Bersih Rp15 Ribu Per jam

Berita terkini

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Pemerintah terus mendengungkan surplus air bersih di Kota Parepare. Namun kenyataannya, tidak semua warga dapat menikmati air bersih yang menjadi kebutuhan masyarakat tersebut.

Salah satunya di wilayah Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung dan Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat. Sekitar seratus kartu keluarga (KK) dari dua kelurahan ini belum sepenuhnya menikmati air bersih yang menjadi program prioritas pemerintah daerah.

Mirisnya lagi, guna memenuhi kebutuhan dapur dan mandi sehari-hari, warga setempat rela merogoh kocek Rp15 ribu untuk satu jam aliran air bersih.

Warga setempat, Rizal mengatakan, mestinya persoalan krisis air bersih yang melanda rakyat di kota bertagline ‘peduli’ seperti ini, mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat, agar dapat diberikan solusi.

“Krisis air bersih sudah lama kami alami. Tapi sampai sekarang belum ada solusi yang diberikan, padahal kami juga bagian masyarakat Parepare,” ujarnya.

“Disaat sangat butuh, kami terpaksa beli air bersih di kampung sebelah. Kita sambung pakai selang, lumayan Rp15 ribu per jam, dari pada tidak ada,” keluhnya.

Menurutnya, kebijakan pemerintah dalam menangani persoalan di masyarakat mesti menjadi perhatian serius, dengan turun langsung melihat kondisi yang menjadi masalah rakyat.

Ditanya alasan mengapa tidak menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Rizal mengaku, tidak semua warga yang bermukim di dua kelurahan tersebut memiliki penghasilan cukup.

“Itu mi susahnya, karena banyak kasihan warga di sini yang tidak bisa bayar kalau air PDAM dipakai. Tidak sama semua penghasilannya orang disini, kebanyakan bekerja serabutan,” ujarnya.

“Seandainya bisa, kami cuma mau mengusulkan untuk mengebor titik mata air, dan dibuatkan penampungan air bersih, sehingga dapat mengalir ke rumah-rumah warga sekitar,” harap dia. (di)

Related posts