Sedang Patroli Sat. Sabhara Ungkap Pengedar Shabu Antar Provinsi

CYBERPARE.COM, PASANGKAYU – Polres Mamuju Utara Kembali Menangkap Pelaku Bandar Shabu Lintas Propinsi di Kel. Marta Jaya Kec.Pasangkayu Kab.Pasangkayu Yakni Lk.B ( 46 ) dan Pr.J.( 40 ) yang keduanya adalah Warga Sulteng.

Penangkapan tersebut dipimpin Kanit Patmor Sat Sabhara Polres Matra Bripka Irwan Anis Bersama Timnya sewaktu Melakukan Hunting di Wilayah Hukum Polres Mamuju Utara Kab.Pasangkayu Menjelang Pilpres dan Pileg April 2019 Mendatang dalam memberikan rasa aman kepada warga.

Pelaku sendiri ditangkap Saat Melewati Kel.Marta Jaya dan dicurigai Unit Patmor sehingga kendaraannya dihentikan.Selanjutnya Personil memperkenalkan diri dan meminta surat-suratnya untuk diperiksa.Saat diperiksa Lk.B Memperlihatkan gelagak yang agak lain sehingga polisi melakukan Penggeledahan terhadap dirinya dan kendaraannya.

Melihat Lk.B di geledah Pr.J berangsur -angsur mau menjauh sehingga Polisi melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya serta menyeruh mengeluarkan isi dalam. kantong celananya.

Saat Pr.J mengeluarkan isi kantong dalam celananya, Polisi menemukan 5 (lima) Sachet Plastik yang berisi Butiran Kristal Putih yang diduga Narkoba Jenis Shabu, 1 Sachet Kosong yang didalamnya berisi plastik kecil serta Pireks. Setelah Melakukan Pemeriksaan dengan teliti selanjutnya keduanya di bawah ke Polres Mamuju Utara.

Usai dilakukan Introgasi Sat Narkoba Polres Matra, diketahui, barang tersebut adalah Pesanan Lk.A (48) kepada Lk.B yang sebelumnya mentransper uang Pembelian shabu Sebesar Rp 9.000.000 (Sembilan Juta Rupiah).Kesempatan tersebut tidak disia-siakan Sat Narkoba untuk melakukan Pengembangan terhadap Lk.A.Saat ditangkap Lk.A yang warga Desa Jengeng Kec.Tikke Raya ini tidak melakukan Perlawanan sehingga di gelandang ke Polres Matra untuk dilakukan Proses Lebih Lanjut.

Kasat Narkoba Polres Matra AKP. Adrian Fredrick Kopong Se Terhadap Lk.A, Lk B dan Pr J disangka dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 UU RI NO.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan Ancaman Hukuman Paling sedikit 4 tahun dan Paling Lama 20 tahun Penjara, terangnya. (Tomy / Effendy)

Related posts