Apa Kabar Fee 5 Persen DAK Sekolah di Parepare

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) sekolah tahun 2018, yang diduga melibatkan sejumlah oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Parepare masih ditangani polisi.

Kasus itu telah ditangani pihak Sat Reskrim Polres Parepare sejak Januari 2019, namun hingga saat ini belum menemukan titik terang. Padahal sejumlah sekolah yang menerima DAK, telah dimintai klarifikasi oleh unit tindak pidana korupsi (Tipikor).

Dikonfirmasi perkembangan kasus dugaan korupsi DAK Sekolah itu, Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Abdul Haris Nicolaus mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Masih sementara proses penyidikan,” tulisnya melalui akun Whatshapnya, Rabu (8/5/2019).

Sebelumnya, Kadis Dikbud Kota Parepare, Kadarusman Mangurusi mengakui, adanya pungutan 5 persen dari proyek sekolah melalui DAK Pendidikan 2018 itu, dengan anggaran keseluruhan Rp8,5 miliar.

“Realisasi anggaran DAK Pendidikan 2018 itu ada dikeluarkan sebesar 5 persen, untuk perencanaan, pengawasan, dan honor pekerja,” kata dia.

Sementara, Kepala SD 37, Ismoyo, yang merupakan salah satu penerima DAK pendidikan tahun 2018. Ia mengaku siap dikonfrontir dan menghadirkan Kadis Pendidikan, Sekretaris, PPK dan beberapa Kepala Sekolah penerima.

Menurutnya, biaya perencanaan dan pengawasan sebesar 5 persen tidak tercantum dalam perjanjian kontrak pemberian (DAK) Bidang pendidikan tahun anggaran 2018.

“Perjanjian ini ditandangani bersama antara Pemkot Parepare dengan Kepala Sekolah, nomor : 008/582/DAK- / Disdikbud. Tidak ada tercantum 5 persen untuk biaya perencanaan dan pengawasan,” jelas dia.

Adapun sekolah yang di rehab dari anggaran DAK 2018 sebanyak 22 sekolah dasar, 2 SKB, 3 SMP dan 3 WC sekolah dasar, dengan anggaran bervariasi. (di)

Related posts