oleh

Konsumen Keluhkan Pengenaan Denda Berganda Oleh BFI Finance

-BERITA, PAREPARE-5.578 views

CYBERPARE.COM, PAREPARE. — Konsumen BFI Finance Parepare mengeluhkan tingginya penerapan bunga kredit BFI Finance Parepare selama ini. “Saya sendiri sudah mengalaminya”, ujar Andi Guntur Noerman kepada CYBERPARE.COM, Minggu (12 Mei 2019).

Andi Guntur mengungkapkan, Ia telah mengambil kredit (pinjaman uang) pada BFI Tahun 2012 sebesar Rp 100 Juta,- dengan jaminan BPKB Mobil Terios miliknya. “Dan angsurannya sebesar Rp 4.500.000.- perbulan,”ujarnya.

Dijelaskan, pada tahun-tahun awal Andi Guntur mengaku tetap memenuhi kewajibannya membayar angsuran
dengan lancar. Permasalahan mulai muncul ketika Andi Guntur jatuh sakit parah pada tahun 2014. Akibatnya, pembayaran angsurannya pun tertunggak selama 10 bulan. “Yang namanya sakit parah tentu saja saya tidak bisa berbuat apa-apa”, keluh Guntur.

Kemudian setelah sembuh dari penyakit yang diderita, Guntur pun berusaha melunasi tunggakannya pada tahun 2016. Pria bercambang itu berniat baik menyelesaikan tunggakannya yaitu pokok pinjaman berikut dendanya sebesar Rp. 50 Juta.-

Menurut Guntur, sebelum melunasi tunggakannya, ia berniat melanjutkan kteditnya. Namun setelah melunasi tunggakannya, Guntur mengaku disodori surat tagihan denda sebesar Rp. 77 Juta lebih.

“Yang membuat saya kaget bukan kepalang, saya disodori tagihan denda Rp 77 Juta lebih. Padahal pada Tahun 2016, dendanya hanya Rp 8 Juta. Koq tiba-tiba membengkak hampir sepuluh kali lipat. Inilah yang membuat saya melaporkan masalah ini ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Parepare”, jelas Andi Guntur.

Menanggapi laporan pengaduan Andi Guntur tersebut, BPSK Parepare langsung menanganinya dengan membuka sidang perdana dan menghadirkan Penggugat dengan tergugat, di aula (lantai dua) kantor Perindag Parepare, Jumat 3 Mei 2019. Hasilnya belum ada titik temu.

Kemudian BPSK melanjutkan persidangan kedua pada Jumat 10 Mei 2019 yang dihadiri kedua belah pihak. Pada sidang kedua itu, Majelis Hakim yang diketuai H. Guntur Paroki, SH didampingi hakim anggota Drs. Rahmat Patajangi serta seorang panitera memerintahkan Pihak BFI Finance untuk melengkapi bukti pengambilan kredit penggugat yang pertama, kedua dan pengambilan untuk dipelajari majelis hakim pada sidang berikutnya, Jumat 17 Mei 2019.

Disorot LSM

Sementara Koorditor LSM Solidaritas Nasional Anti Korupsi (SNAK) Makelar Kasus (Markus), Juminten yang dimintai tanggapannya mengenai permasalahan antara Andi Guntur dengan BFI Finance. “Bagi saya, hal ini merupakan unsur penipuan sehingga harus ditangani secara serius dan profesional”, kata Juminten.

Menurut Juminten, Dalam struk pembayaran konsumen tidak terbaca, kemudian tidak ada kuwintansi tanda bukti pembayaran yang resmi dari BFI. “Karena itu, Kami menduga pihak BFI Finance melakukan penipuan,” Kata Juminten.

Untuk itu, Juminten mendesak BPSK Parepare, agar segera mengungkap kejadian yang merugikan konsumen tersebut. (pcl/cyberpare).

News Feed