Harga Gas LPG 3 Kg Capai Rp. 50.000.- Satgas LPG Bersubsidi Bartindak

CYBERPARE.COM, NUNUKAN – Peredaran gas LPG (Liquified Petroleum Gas) 3 kg bersubsidi di wilayah perbatasan telah mulai langka.

Untuk mengatasi kelangkaan gas LPG tersebut Satuan Tugas (Satgas) Elpiji Bersubsidi Kabupaten Nunukan segera bertindak menelusuri permasalahan sebelumnya yang tidak tepat sasaran sehingga harga jual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) akan ditindaklanjuti, Kamis (30/05/2019).

Seperti dikabarkan sebelumnya, di tingkat pengeceran, harga elpiji melon mencapai Rp 50 ribu. Padahal, HET yang berlaku di Kabupaten Nunukan hanya Rp 17.500 per tabungnya.

Kepala bidang perdagangan dalam negeri Andi Joni, mengatakan, terbentuknya Satgas Elpiji Bersubsidi untuk mengawasi gas 3 kilogram atau biasa disebut elpiji melon. Satgas ini akan melibatkan jajaran dari pihakkepolisian, dan instansi terkait untuk menindak penyimpanan distribusi elpiji selama ini.

“Dengan adanya tim satgas ini, untuk memudahkan kami menindak lanjuti para pedagang nakal atau para pengecer yang terlalu banyak, penjualan gas elpiji 3kg sebenarnya itu hanya dari agen lalu ke pangkalan atau kepenyalur, pengecer akan kita batasi jika perlu tidak ada lagi namanya pengecer, yang ada hanya agen dan penyalur,” jelas Andi Joni kepada Cyberpare.com, diruang kerjanya.

Ia juga menambahkan, untuk kedepannya dengan terbentuknya satgas ini agar bisa melakukan penindakan para pengecer nakal yang menjual ketentuan harga HET serta pendistribusiannya akan tepat sasaran, “untuk mengantisipasi hal itu kami juga butuh dukungan dari Dinas sosial dan BPS Badan Pusat Statistik Nunukan, dalam hal data kelompok parkir miskin, apa bila sudah kami terima maka akan dilakukan pemetaan perwilayahan siapa yang berhak mendapatkan elpiji bersubsidi ini, agar tepat sasaran, karena elpiji ini memang menyangkut hajat hidup orang banyak.”tambahnya

Permasalahan adalah banyaknya pengencer ilegal yang mengambil di agen dengan Kouta yang cukup banyak sehingga dijual kembali, seharusnya agen memantau hal ini juga dan pangkalan resmi. Mengambil hak warga miskin masih sulit dibendung. Padahal, imbauan yang bersifat sosialisasi langsung ke warga telah dilakukan selama ini.

Tim satgas yang baru terbentuk seminggu lalu telah mengambil tindakan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga yang melambung tinggi, tidak sesuai dengan harga HET.(Anto/pcl/cyberpare)

Related posts

Leave a Comment