oleh

Ust. KAHARUDDIN TITIP 5 LARANGAN ORTU BUGIS DULU

PAREPARE, CYBERPARE.COM. Shalat Idhul Adha yang bertindak sebagai khatib di Masjid Nurussamawati adalah Ust. Kaharuddin Ramli, S.Ag.,M.Pd.I. Ada lima larangan orang tua bugis dulu yang dititip dalam khutbahnya, Minggu (11/8).

Larangan orang tua (ortu) disampaikan Ust. Kahar dalam Bahasa Bugis supaya jangan ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama ; “Aja lalo nasailiki lampu teppede, yanaritu tauwe ripuangalla taala”, yang artinya jangan sama sekali kita mau ditinggalkan lampu yang tidak pernah padam yaitu Taqwa kita kepada Allah SWT.

Kedua ; “Aja lalo nasalaiki bung temmetti, yanaritu paddisengeng”, yang artinya jangan sama sekali kita mau ditinggalkan sumur yang tidak kering yaitu Ilmu Pengetahuan.

Ketiga ; “Aja lalo nasalaiki pakeang temmalusa, yanaritu teppe ri puang Allah taala”, yang artinya jangan sama sekali kita mau ditinggalkan pakaian yang tidak pernah lusuh, yang artinya iman kita kepada Allah SWT.

Keempat ; “Aja lalo nasalaiki bokong temmawari, yanaritu amala madecenge” yang artinya jangan sama sekali mau ditinggalkan bekal yang tidak pernah basi, yaitu amal baik kita.

Kelima ; “Aja lalo nasalaiki tonangtonangnge malessi, yanaritu parengngerange lao ripuang Alla taala” yang artinya jangan sama sekali kita mau ditinggalkan kendaraan yang cepat yaitu zikir dan ingatan kita kepada Allah SWT.

Shalat Idhul Adha di Masjid Nurussamawati dekat RS Tp B Andi Makkasau itu bertindak sebagai Imam Ust. Muhammad Khair dan pembaca tata cara shalat Id H. Anwar Ramli serta protokol Muhammad Jumardin. Sejumlah pengurus masjid tampak berbaur dengan jamaah antara lain Imam Utama Drs. H. Ali Wewang, H. Hasmuni, Ir. Syamsul, Syarifuddin, H. Mariali, Thamrin, Bakri, H. Iskandar, H. Hamzah dan Djamal, kecuali H. Husni Syam sebagai Ketua Dewan Kemakmuran yang sementara menunaikan ibadah haji. (takdir).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *