oleh

Dugaan Larangan Plt Kadispend Parepare Mengikuti Porseni PGRI Menuai Polemik

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Setelah adanya dugaan upayah untuk menjatuhkan serta merusak solidaritas guru, hal tersebut menuai polemik pada internal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Rabu, 27/11/2019

Hal tersebut diketahui setelah Ketua PGRI Parepare membeberkan masalah tersebut disela-sela kegiatannya. Rabu, 27/11/2019

Ketua PGRI Parepare, Anas Azis mengungkapkan, bahwa masalah tersebut berawal hajatan 2 tahunan PGRI Parepare, yang dilaksanakan di Kabupaten Barru.

Namun,Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare Arifuddin Idris melarang atau tidak memberikan izin kepada anggota dan pengurus PGRI untuk ikut kegiatan Porseni PGRI tersebut. Sehingga sebagian atlet PGRI tidak ikut Porseni tersebut.

“Kami haturkan ucapan terima kasih kepada pemerintah kota (Pemkot) Parepare yang telah melepas rombongan Porseni PGRI. Walaupun Plt Kepala Dinas tidak memberikan izin. Semestinya Porseni tahun ini, kami dapat medali tapi, karena adanya larangan dari Plt Kepala Dinas, maka teman-teman atlet tidak ikut,”ucapnya.

Dia pun meminta kepada walikota Parepare untuk melenserkan Plt Kepala Dinas Pendidikan dari seluruh jabatannya.

“Karena dinilai upayah dan sikapnya ada perlakuan diskrimantif, Dimana kegiatan Porseni PGRI, guru tidak diizinkan, sementara kegiatan lainnya yang dinilai tidak ada kaitannya dengan guru, malahan disurati untuk ikut.Ini sudah terlalu jauh seorang Plt Kepala Dinas mencampuri internal PGRI,”katanya.

Dia menambahkan, langkah ini merupakan langkah awal sebagai bentuk perlawanan yang dilakukan oleh PGRI terhadap prilaku Plt Kepala Dinas Pendidikan.

“Kami mempersiapkan berbagai langkah untuk melawan Plt Kepala Dinas Pendidikan. Kami sangat menyayangkan sikap Plt Kepala Dinas Pendidikan yang berupayah memecahbelah solidaritas guru,”katanya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pendidikan Arifuddin Idris menanggapi hal tersebut, dia membantah jika dirinya melakukan pelarangan kepada guru untuk ikut Porseni PGRI di Kabupaten Barru.

“Tidak ada larangan, saya hanya tekankan silahkan ikut dan meminta izin dari Kepala Sekolahnya dan jangan mengganggu proses belajar mengajar,”pungkasnya. (uk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed