oleh

3 Siswa Smansa Parepare Akan Perkuat Tim Piala Soeratin U-17 Sulsel di Tingkat Nasional

CYBERPARE.COM,PAREPARE,– Tim Piala Soeratin U-17 Askot PSSI Parepare yang mewakili Sulsel di tingkat nasional akan diperkuat tiga (3) Siswa Smansa (SMA Negeri 1) Kota Parepare yang dijadwalkan di Kota Jogya, Januari 2020.

Awal sukses Tim Piala Soeratin U-17 Askot PSSI Parepare setelah menjuarai tiga grup yang tidak terkalahkan pada babak penyisihan Zona Sulsel.

Ketiga siswa yang masih umur dibawah 17 tahun ini masing-masing :

  1. Fathur Yan (nomor p 5)
    Tempat/Tgl Lahir : Parepare, 08/06/2002
    Kelas XII MIPA 7
  2. Heriansyah Yan (nomor p 8)
    Tempat/Tgl Lahir : Parepare, 03/09/2003
    Kelas XI IPS 4
  3. Ahmad Wadil (nomor p 14)
    Tempat/Tgl Lahir : Parepare,09/06/2003
    Kelas XI MIPA 1

Dari Trio Siswa Smansa yang sama sama berkontribusi pada Tim Askot PSSI U-17 menjuarai Zona Sulsel, layak mendapat apresiasi.

Ahmad Wadil yang selalu menggunakan nomor punggung 14 di posisi gelandang pada setiap pertandingan selalu tampil maksimal, baik ketika bertahan maupun disaat membangun serangan.

Lalu bagaimana dengan Heriansyah Yan nomor punggung 8 dan Fathur Yan nomor punggung 5 dengan nama belakang yang sama (Yan) ?

Karenanya tanpa bermaksud menampikkan tim skuad Askot PSSI Parepare Piala Soeratin
U-17 lainnya, pertanyaan diatas tentu memerlukan sedikit jawaban !

Heriansyah Yan dan Fathur Yan keduanya adalah bersaudara alias kakak adik, putra dari legenda sepak bola Parepare (Persipare) Yan Ambasalu.

Performance (capaian) kedua bersaudara walau bukan striker murni, tetapi produktivitasnya signifikan selama Piala Soeratin U-17 2019.

Heriansyah Yan telah mempersembahkan empat (4) gol, dan Fathur Yan tiga (3) gol.

Keterampilan dan kelebihan (skill) yang dimiliki dalam sepakbola kedua bersaudara sangat mungkin merupakan bagian dari turunan sang ayah, legenda striker Persipare yang bernomor punggung 10.

Atau sebuah pembenaran pepatah yang mengatakan, “buah yang tak jauh jatuh dari pohonnya”.

Pasalnya, Yan Ambasalu yang pernah ikut membawa Parepare juara Piala Soeratin Zona Sulawesi pada 1985, dan kini kedua anaknya kembali mengulang prestasi yang pernah dilalui ayahnya, dengan mengantar Askot PSSI Parepare juara Piala Soeratin U-17 Zona Sulsel 2019.

Namun sejatinya, jika Yan Ambasalu adalah seorang striker atau penyerang pada zamannya, namun lain dengan Heriansyah Yan yang merasa pas diposisi gelandang dan Fathur Yan memilih posisi poros halang.

Menurut pengakuan Yan Ambasalu, pilihan sepenuhnya diberikan kepada kedua anaknya untuk memilih posisi yang cocok sesuai nalurinya.

“Dan perlu diingat, sepakbola adalah tim kesebelasan, satu sama lainnya saling melengkapi apapun posisinya semua punya peranan”, tutur Yan Ambasalu.

(Jamal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *