oleh

Ketua Panitia Por PGRI Malili Belum Pertanggungjawabkan Dana Yang Di Ambil Sebesar Rp 35 juta

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Andi Hesty membantah atas tudingan yang dilakukan oleh Makmur, Kepala SMPN 1 Kota Parepare, yang menilai pengurusan internal DPD II PGRI Parepare tidak transparan dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan. Minggu, 8/12/2019

Makmur juga mengatakan bahwa Por PGRI di Bantaeng, mendapat bantuan dana dari APBD sebesar Rp75 juta, sedangkan di Luwu Timur, ada bantuan APBD sebesar Rp100 juta, belum termaksuk sumbangan guru dan pengurus.

Namun pihaknya merasa dikibuli, dan hanya dijadikan boneka serta melihat tak ada transparansi penggunaan anggaran.

Saat dikonfirmasi, Andi Hesty mengungkapkan bahwa tuduhan yang disampaikan oleh makmur sudah saya jelaskan saat hering di DPRD Parepare waktu lalu.

“Kami tidak pernah mengelola dana APBD POR Bantaeng dan tidak mendapatkan dana APBD serta sudah dipertanggung jawabkan Laporan keuangan yg dipimpin bapak Anwar Saad selaku Kepala Dinas Pendidikan saat itu,” katanya

Dia menambahkan, Por PGRI Malili Ketua Panitia Nasrum dan laporan keuangan sudah saya berikan setahun yang lalu.

“Namun dana yang diambil Ketua Panitia sebanyak 35 juta yang belum dipertanggung
jawabkan sampai hari ini dan semua pengeluaran keuangan di Malili sepengetahuan Ketua Panitia. Adapun dana APBD yang di kelola Dinas Pendidikan bukan saya selaku bendahara panitia, jadi mohon dibuktikan saya mengelola dana APBD. Jangan hanya bicara, ini sudah pencemaran nama baik menyangkut pribadi saya, buktikan jika benar saya kelola dana,” tutur Andi Hesty.

Kata Andi Hesty, Pak Nasrum mengambil uang untuk beli baju Porseni sebanyak 35 juta, tapi sampai hari ini tidak ada baju yang dia beli, kwitansi pengambilan ada dengan dia (Andi Hesty). (uk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed