oleh

Moderasi Islam; Jalan Penyesatan dari Ajaran Islam

-BERITA, Opini-110 views

oleh: Evi Desi Said, S.Pd/ pemerhato sosial

Kesadaran sebagian kaum muslimin dan terlihatnya kekuatan umat Islam akan kewajiban menegakkan Khilafah semakin menggetarkan kerisauan rezim hari ini.

Dilansir cnnindonesia.com (09/12/20190 Kementrian Agama melakukan revisi terhadap konten-konten ajaran terkait khilafah dan jihad dalam pelajaran agama Islam di madrasah. Kemang melakukan revisi terhadap Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI-KD) untuk moderasi beragama serta pencegahan paham radikalisme di satuan pendidikan Madrasah.

Surat tersebut huga mengatur penarikan materi ujian di madrasah yang mencantumkan konten khilafah dan jihad.

Senada dengan ucapan Kamaruddin (8/12/2019), saya perlu menyampaikan bahwa konten khilafah dan jihad tidak dihapus sepenuhnya dalam buku yang diterbitkan.

Makna khilafah dan jihad akan dibri perspektif yang lebih produktif dan kontekstual. .Rezim hari ini sebanarnya bukanlah orang bodoh. Para pejabat memiliki pendidikan yang tinggi bahkan ada banyak yang sampai pada gelar professor, namun pernyataan mereka banyak yang membenci dan memusuhi ajaran Islam.

Tidak hanya sampai pada mencabut BHP dari beberapa ormas yang dianggap radikal, sekarang mereka menampakkan kefobiaannya terhadap Islam. Menghapus pelajarn KHilafah dan Jihad dalam pelajaran Agama Islam adalah bukti kebencian kepada Islam.

Dalih kemenag bahwa pembahasan khilafah dan jihad tidak dihapus tetapi diperbarui agar lebih konstruktif dan produktif adalah tuduhan jahat bahwa ajaran Islam yang dipahami apa adanya (pemahaman kitab mu’tabr) bersifat destruktif dan kontraproduktif.

Sebaliknya dengan memberi makna baru pada ajaran Islam tentang khilafah danjihad yang sejalan moderasi berarti menghadirkan makna ajaran Islam tanpa landasan kitab mu’tabar. Inilah ciri rezim sekuler liberal yang mengarahkan umat pada ajaran penyesatan.

Diawal kerja kabinet jilid II Jokowi sudah diawali dengan perang melawan radikalisme dan inilah yang semakin memperkuat anggapan bahwa rezim ini dikuasai oleh radikal liberal sekuler yang anti islam. Islam terus dipropaganda, dijadikan kambing hitam sumber dari segala permasalahan yang terjadi di negri ini. Sedangkan sistem kapitalisme yang di jalankan sekarang sangat diagung-agungkan padahal sistem inilah yang sebanarnya mengobrak-abrik, memunculkan segala permasalahan hari ini. Ide Khilafah dan Jihad terus dijadikan tumbal sumber masalah, padahal khilafah dan jihad adalah syariat Allah yang diperintahkan sama dengan syariat yang lain seperti zakat, puasa, haji dll. Namun label radikal hamper selalu dikaitkan langsung dengan Islam, bahkan ajaran Islam seperti ide Khilafah dan jihad bukan hanya digolongkan radikal, melainkan sudah mendapat cap anti pancasila, anti kebhinekaan bahkan ide terlarang.

Penyesatan-penyesatan terhadap islam terus digaungkan. Radikalisme dan moderasi islam digunakan untuk memperlemah dan mngkriminalkan perlawanan umat islam menentang intervensi dan penjajahan imperialis barat. Mereka juga memecah belah dan adu domba umat islam serta memunculkan kategorisasi jahat; fundamentalis, intoleran, dll. Rezim ini memuluskan jalan untuk terus menekan umat islam serta mereka mengalihkan kegagalannya mengurus rakyat, menyejahterakan rakyat, dan menutupi kasus korupsi yang marak. Tentu bagi sebagian pihak, proyek ini merupakan pundi uang. Sungguh telah jelas pembuktian keterpihakan penguasa bukan pada Islam dan umatnya.

Terkait dengan penerapan syariah Islam mendirikan Khilafah sebenarnya bukanlah paham radikalisme yang mengancam negeri. Sebab syariah Islam bersumber dari Allah Swt. Yang tidak akan mungkin merusak negara Indonesia. Syariah Islam yang Rahmatan Lil Alamin tidak akan merusak pluralitas di negeri ini, tapi justru akan menciptakan harmonisasi dibawah hukum yang benar dan kebenarannya dapat dijamin oleh kebenaran Penciptanya yaitu Allah Swt. Kita hanya mengingatkan segala makar musuh-musuh Islam untuk membendung kebangkitan Islam pastilah gagal. Kemenangan sudah dijanjikan oleh Allah SWT kepada umat Islam dengan sungguh-sungguh memperjuangkan syariah Islam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed