oleh

Terdakwa Kasus Dugaan UU ITE di Parepare Dituntut 1 Tahun Penjara

-BERITA, Hukum-20 views

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Sidang perkara pidana dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Kaharuddin alias Lapoluz dengan Ihsan Iksan alias Dedy Fokus, melawan Taufan Pawe selaku walikota Parepare, masuki agenda penuntutan.

Sidang perkara pidana melanggar UU ITE di pengadilan negeri Parepare, Jumat (24/1/2020) ini dipimpin langsung ketua majelis hakim Khustul Khatimah, dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa penuntut umum.

Dalam tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Syahrul, mengatakan dalam tuntutannya dimana Lapoluz dan Dedy terbukti melanggar Pasal 27 ayat 3 UU ITE, menyebut melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Sehingga kedua terdakwa Lapoluz dan Dedy Fokus masing-masing di tuntut 1 tahun penjara dan subsider 2 bulan penjara jika tidak bayar dendanya sebesar 1 miliar rupiah.

Setelah dibacakan tuntutan tersebut, majelis hakim memberikan kesempatan kepada penasehat hukum kedua terdakwa untuk mengajukan nota pembelaan yang akan digelar pada tanggal 30 Januari 2020 mendatang.

Ketua tim kuasa hukum kedua terdakwa, Muh. H. Y. Rendy, mengatakan bahwa jaksa sudah memahami pasal yang diberikan oleh kedua terdakwa dengan pasal 27, sedangkan pasal lainnya mengenai berita hoax atau bohong itu terbantahkan sendiri karena surat pernyataan yang dibuat dr Yamin itu benar adanya.

Namun perlu diketahui, kata, Rendy, pasal 27 ayat 3 UU ITE yang biasa disebut dengan “pasal karet” sebagai undang-undang yang berbahaya.

Terlebih lagi jika diterapkan oleh pihak-pihak yang tak paham soal dunia maya. Selain itu, pasal tersebut juga bisa digunakan dengan mudah untuk menjerat orang-orang demi membungkam kritik.“Kita buatkan pledoi tanggal yang sudah ditetapkan dalam persidangan,” tandasnya. (uk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed