oleh

Lapolus Dinyatakan Bersalah Terkait Pencemaran Nama Baik Walikota, Dedy Bebas

-BERITA, HUKUM-659 views

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik Walikota Parepare, terkait dugaan korupsi suap menyuap DAK tahun anggaran 2016 sebesar 40 miliar yang di-posting melalui media sosial atau Facebook tanpa izin nama yang diduga dicemarkan. Jumat, 14/2/2020

Terdakwa Iksan alias Dedy dinyatakan bebas demi hukum saat dibacakan putusan oleh Ketua Majelis Hakim dengan nomor perkara 218/Pid.sus/2020/PN.Pre yang tebalnya 159 untuk satu orang terdakwa.

Ketua majelis hakim, Samsidar Nawawi didampingi dua anggota majelis hakim Khusnul Khatimah dan Krisfian Fatahila saat membacakan putusannya bahwa tuntutan jaksa ditolak.

Tuntutan jaksa ditolak karena karena pertimbangan majelis hakim menyimpulkan tidak bisa dibuktikan dalilnya yang dituntut kepada terdakwa Dedy Fokus.

Padahal jaksa penuntut umum telah menuntut kedua terdakwa denagn melanggar Pasal 28 ayat 2 UU tahun 2008 dan Jo pasal 45 UU ITE atau kedua pasal 27 ayat 3 UU 11 tahun 2008 Jo pasal 43 ayat 3 UU no 18 2016 tentang perubahan UU ITE No 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau ke tiga pasal 14 ayat (1) no 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan tuntutan kedua tersangka selama 1 tahun dan subsider 2 bulan penjara.

Sementara putusan Lapoluz yang dibacakan majelis Hakim, diputus selama 10 bulan subsider 2 bulan, jelas melakukan pencemaran nama baik walikota Parepare, H. M Taufan Pawe terkait surat pernyataan dibuat dr Muh Yamin yang di tanda tangani Taufiqurrahman dan Syamsul Idam.

Surat pernyataan itu berbunyi “Menyatakan bahwa kami telah bersama-sama mengantar dan menyerahkan sebesar Rp. 1,5 miliar kepada H Hamzah (Pengusaha dari Papua) di mall ratu indah Makassar pada bulan November 2016, sebagai bentuk pengembalian biaya pengurusan di Jakarta untuk proyek DAK tambahan perubahan Tahun Anggaran 2016 sektor jalan sebesar Rp. 40 miliar yang turun di kota Parepare atas perintah Walikota Parepare, Taufan Pawe.”

Atas surat pernyataan inilah kedua terdakwa memposting di Facebook membuat walikota Taufan Pawe melaporkan kedua warganya ke Polda Sulsel hingga disidang di pengadilan negeri Parepare.

Tim kuasa hukum dari lembaga Bhakti Keadilan Parepare, yang dampingi kedua terdakwa, yang diketuai M Y Rendy, anggota Rahmat S Lulung, Makmur Raona, Samiruddin, H. Muhammad Asdar dan Hendrawan Azis. (uk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed