oleh

Sistem Sekuler Anggap Islam Sumber Masalah Bangsa

-BERITA, OPINI-159 views

(oleh: Evi Desi Said, S.Pd/ pemerhati sosial)

CYBERPARE.COM, PAREPARE, Kepala Staf Presiden Moeldoko membela pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang menyebut agama merupakan musuh Pancasila.

Moeldoko meyakini Yudian tak bermaksud menyudutkan bahwa agama memang menjadi musuh Pancasila.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi kepada tim Blak-blakan detikcom, mengatakan ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Selain menganggap Islam sebagai musuh ideologi Negara, rezim juga menyatakan bahwa para penceramah /khatib jumat harus bersertifikat dengan standar tidak menimbulkan masalah kebangsaan.

Dilansir republika.co.id (15/02/2020), Wakil Presisden Ma’ruf Amin menghimbau para khatib dalam khutbahnya untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan umat.

Khatib tidak boleh memberikan materi dakwah yang justru mengobarkan permusuhan di antara umat, tidak menyebarkan sikap intoleran yang berpotensi melahirkan sikap radikalisme di antara para jamaah, karena radikalisme adalah inti utama arahan ke teroris.

Dalih Wapres yang menghimbau para khatib harus bersertifikat dengan standar yang diberikan tidak menimbulkan masalah kebangsaan dan tidak menimbulkan perpecahan antar umat.

Materi ceramah yang akan disampaikan otomatis akan tersaring dan hanya boleh membicarakan topic yang sudah ditentukan.

Jadi para khatib akan di dikte dengan topic-topik ceramah tertentu saja, para khatib sudah pasti tidak akan bisa berbicara masalah syariat Islam, para khatib hanya dibatasi dengan pembahasan masalah fiqih saja.

Inilah ciri rezim sekuler liberal yang mengarahkan umat pada ajaran penyesatan.

Terus berusaha menyamarkan ajaran Islam kepada umat Islam sendiri.
Pernyataan- Pernyataan ini menegaskan bahwa rezim sekuler akan selalu menempatkan Islam sebagai musuh saat dorongan umat menghendaki Islam menjadi rujukan mencari solusi masalah bangsa.

Semestinya muslim menyadari bahwa Islam sebagai din (agama) sempurna adalah ideologi dan sekularisme tidak akan bisa berkompromi dengan Islam.

Diawal kerja kabinet jilid II Jokowi sudah diawali dengan perang melawan radikalisme dan inilah yang semakin memperkuat anggapan bahwa rezim ini dikuasai oleh radikal liberal sekuler yang anti islam.

Islam terus dipropaganda, dijadikan kambing hitam sumber dari segala permasalahan yang terjadi di negri ini. Sedangkan sistem kapitalisme yang di jalankan sekarang sangat diagung-agungkan padahal sistem inilah yang sebenarnya mengobrak-abrik, memunculkan segala permasalahan hari ini.

Ide Khilafah dan Jihad terus dijadikan tumbal sumber masalah, padahal khilafah dan jihad adalah syariat Allah yang diperintahkan sama dengan syariat yang lain seperti zakat, puasa, haji dll.

Namun label radikal hamper selalu dikaitkan langsung dengan Islam, bahkan ajaran Islam seperti ide Khilafah dan jihad bukan hanya digolongkan radikal, melainkan sudah mendapat cap anti pancasila, anti kebhinekaan bahkan ide terlarang.

Penyesatan-penyesatan terhadap islam terus digaungkan.

Radikalisme dan moderasi islam digunakan untuk memperlemah dan mngkriminalkan perlawanan umat islam menentang intervensi dan penjajahan imperialis barat.

Mereka juga memecah belah dan adu domba umat islam serta memunculkan kategorisasi jahat; fundamentalis, intoleran, dll.

Rezim ini memuluskan jalan untuk terus menekan umat islam serta mereka mengalihkan kegagalannya mengurus rakyat, menyejahterakan rakyat, dan menutupi kasus korupsi yang marak.

Tentu bagi sebagian pihak, proyek ini merupakan pundi uang. Sungguh telah jelas pembuktian keterpihakan penguasa bukan pada Islam dan umatnya.

Terkait dengan penerapan syariah Islam mendirikan Khilafah sebenarnya bukanlah paham radikalisme yang mengancam negeri.

Sebab syariah Islam bersumber dari Allah Swt. Yang tidak akan mungkin merusak negara Indonesia.

Syariah Islam yang Rahmatan Lil Alamin tidak akan merusak pluralitas di negeri ini, tapi justru akan menciptakan harmonisasi dibawah hukum yang benar dan kebenarannya dapat dijamin oleh kebenaran Penciptanya yaitu Allah Swt.

Kita hanya mengingatkan segala makar musuh-musuh Islam untuk membendung kebangkitan Islam pastilah gagal. Kemenangan sudah dijanjikan oleh Allah SWT kepada umat Islam dengan sungguh-sungguh memperjuangkan syariah Islam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed