oleh

Kartu Pra Kerja, Solusi Kebutuhan Dasar Rakyat?

-BERITA, OPINI-261 views


(oleh: Evi Desi Said, S.Pd/Pemerhati Sosial)

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Purbasari mengatakan sejak dibuka pada Sabtu (11/4/2020), sebanyak 1,4 juta orang telah mendaftar kartu prakerja gelombang pertama hingga hari ini Minggu (12/4/2020).

Kuota pada gelombang pertama pendaftaran kartu prakerja ini adalah 164.000 orang. Sementara yang sudah verifikasi NIK sebanyak 624.000 orang (kompas.com 12/04/2020).

Senada dengan lansiran tirto.id (7/4/2020), Pemerintah menyiapkan berbagai bantuan sosial yang akan diberikan kepada keluarga miskin dalam pemenuhan kebutuhannya.

Bantuan sosial yang disiapkan pemerintah yaitu melalui Program Keluarga Harapan dan peluncuran Kartu Prakerja yang telah lama dicanangkan pada masa kampanye lalu.

Besar dana yang dikeluargan sekitar Rp110 triliun yang dialokasikan untuk jarring pengamanan sosial bagi masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebuuhan pokok di tengah pandemic virus covid-19.

Berbeda halnya dengan pendapat Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudistira menilai bahwa Kartu Prakerja diterapkan saat kondisi perekonomian sedang normal bukan saat ada wabah dan badai ekonomi seperti hari ini.

Menurutnya, disaat krisis seperti ini, masyarakat dan para korban PHK lebih membutuhkan bantuan langsung tunai disbanding Kartu Prakerja yang mengharuskan terlebih dahulu mengikuti pelatihan online agara menerima bantuan. Sementara dana Kartu Prakerja yang digelontorkan juga akan terpotong untuk para penyelenggara (politik.rmol.id 12/4/2020).

Di tengah PHK 150 ribu orang akibat wabah, pemerintah justru menaikkan alokasi anggaran untuk kartu prakerja menjadi Rp 2 triliun dan menambah jumlah penerima menjadi 5,6 juta orang. Program ini konsepnya dipaksakan dalam kondisi krisis, sehingga korban PHK dilatih secara online baru diberi tunjangan.

Dalam proses penerimaan kartu Prakerja juga ada pembatasan dan penyaringan melalui tes, jadi otomatis hanya sebagian kecil saja masyarakat bisa memenuhi syarat untuk mendapatkan kategori tersebut.

Sementara kehidupan masyarakat semakin sulit di tengah pandemi wabah ini. Solusi pemerintah mengatasi kondisi krisisnya kehidupan masyarakat sangat tidak efektif, lebih prioritaskan keuntungan politik (penuhi janji kampanye) dan menutup mata dari kebutuhan hakiki rakyat.

Kartu Pra Kerja adalah bukti nyata gagalnya rezim menciptakan lapangan kerja untuk rakyat, dan dijadikan jalan keuntungan dalam pemenuhan janji kampane dengan penerapannya di tengah pandemic wabah covid-19 ini.

Inilah potret buruknya rezim dalam sistem kapitalisme hari ini. Para penguasa tidak pernah berpihak kepada rakyatnya.

Jelas nampak bagaimana kegagalan sistem kapitalisme meriayah rakyatnya, rakyat di buat kecewa berulang kali dan tidak di berikan solusi yang pasti. Lagi dan lagi yang selalu di untungkan adalah pengusaha besar dan mengabaikan rakyat kecil.

Masyarakat menderita kemiskinan bukanlah menjadi urusan pemerintah. Kebijakan sistem kapitalisme sangat jauh berbeda dengan sistem Islam dalam memenuhi kebutuhan rakyat.

Negaralah yang berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, sandang, pangan, juga papan.

Dana nya di ambil dari kas pemasukan yang ditentukan Islam, diantaranya zakat, infaq, ghanimah, kharajiyah, jizyah.

Kalaupun misalnya kas negara tak mencukupi, negara boleh memungut pajak dari para hartawan, atau meminjam harta mereka.

Penguasa adalah pengurus urusan rakyat yang bertanggungjawab secara penuh dalam mensejahterakan hidup.

Kebutuhan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang secara kolektif yang wajib ditangani dengan cepat.

Apalagi saat terjadi wabah virus mematikan seperti hari ini, peran penguasa sangat dibutuhkan. Penguasa tidak boleh abai.

Negara harus memastikan tersedianya supply di daerah isolasi. Selain itu, pemerintah dalam Islam berkewajiban membina iman dan taqwa rakyatnya.

Tugasnya adalah mengaitkan musibah dengan keimanan pada Allah, sehingga rakyat ridho dengan musibah serta aman berbagai kebutuhannya meskipun tidak bekerja. Syariat Islam pun memiliki solusi tersendiri karena Islam adalah agama dan sekaligus sebagai ideology yang lengkap.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed