oleh

Semua Ada Saatnya

-BERITA, OPINI-157 views

Oleh : M.SHODIQ ASLI UMAR

CYBERPARE.COM, PAREPARE, Tak sengaja melihat tumpukan buku hanya melihat-lihat ternyata saya dapat buku yang ditulis Syekh MahmudvAl-Mishri dan diterjemahkan oleh Ustadz Abdul Shomad, Lc, MA Semua Ada Saatnya judul aslinya Sa’atan Sa’atan buku sangat cocok untuk mengisi kekosongan, apalagi pada masa pandemi corona.

Tidak semua waktu dihabiskan untuk beribadah ada kalanya bercanda ria dengan keluarga, bermain dengan anak-anak. Waktu dibagi secara proporsional sehingga tidak sia-sia. Kita hanya memiliki waktu 24 jam setiap hari tergantung kemampuan dalam pengaturan waktu.

Saat Sahabat Nabi Muhammad SAW Hanzalah bertemu Abu Bakar Ash-Shiddiq dia menangis ketika dia ditanya oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq jawabnya ” Saya merasa dihinggapi sifat munafik wahai Abu Bakar bagaimana tidak kalau kita duduk disamping Rasulullah mendengarkan kobaran api neraka dan keindahan sorga terjadi di hadapan kita seakan-akan nampak dihadapan kita. Apabila kembali berkumpul dengan keluarga dan bercanda dengan mereka tiba-tiba melupakan kehidupan akhirat yang abadi dan kekal serta kufur kepada Allah.

Abu Bakar berkata, ” Demi Allah aku juga tidak berbeda denganmu kalau begitu mari kita ke rumah Rasulullah mendiskusikan ini”.

Ketika Rasulullah bertanya, ” ada apa denganmu wahai Hanzalah, mengapa engkau menangis ?
Ketika aku bercanda dan berkumpul bersama keluarga aku lupa tentang kepedihan neraka dan lupa kepada Allah, aku dihantui sifat munafik.

Rausulullah menjawab andaikata kamu selalu duduk disampingku dan ingatkan tentang sorga dan neraka maka para malaikat akan memenuhi majelis-majelis dan berjabat tangan denganmu.Para malaikat akan menghampiri kalian di jalan dan pembaringan. Akan tetapi wahai Hanzalah sa’atan -sa’atan ( segala sesuatu ada waktunya ).

Dalam diri manusia ada 3 unsur : Akal, Jasad dan Ruh. Akal membutuhkan analisa, bertafakkur, berfikir sedangkan jasad membutuhkan makanan dan minuman dan ruh membutuhkan amal sholeh dan ibadah. Malam dijadikan untuk betistirahat dan siang untuk bekerja

واجعلنا الليل لباسا واجعلنا النهار معاشا

Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian dan siang untuk kehidupan.

Semua ada tempat dan waktunya, malam dijadikan waktu untuk beristirahat dan siang sebagai tempat mencari kehidupan. Tidak dibalik sehingga kehidupan kita bisa berjalan normal. Banyak orang menggunakan waktu malamnya untuk bekerja mereka melupakan beristirahat. Tidak sedikit di antara kita masih sangat muda sudah terkena penyakit karena tidak mampu mengatur pola hidupnya. (*)

Parepare, 8 Juni 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed