oleh

Doa untuk Bantaeng dan Jeneponto

-OPINI-93 views

Oleh : M.Shodiq Asli Umar

CYBERPARE.COM, PAREPARE,Corona belum berakhir
Air derasmu mulai mengalir
Kekalutan hati berdebar
Dibalut jiwa selalu khawatir
Berdiam di rumah corona terhindar
Keluar rumah terusir banjir
Air mata terus berair
Musibah tak henti bergulir
Lelah tubuh belum mencair
Air mata kembali mengalir
Hempasan nafas tak teratur
Bulu roma berkibar-kibar

Ya Allah Ya Rabba hujanMU turun deras menggenangi Bantaeng dan Jeneponto. Kami tak mampu lagi berkata-kata. Corona masih senyap namun mematikan tiba-tiba datang lagi banjir tak mampu kami bendung. HambaMU hanya mampu berdoa memohon pertolanganMU iyyaka na’bu wa iyyaka masta’in.

Ya Allah Ya Rob kalau dalam perjalanan hidup kami ada kesalahan, ada kekhilafan, ada kekeliruan Ampunilah ya Allah Ya Rob. Mungkin kami tidak mensyukuri nikmatMU, mungkin kami lupa ketika Engkau titipkan secuil rahmatMU, mungkin kami tak lagi mengingatMU saat kami dininabobokkan kehidupan hedonis.

Ya Allah Ya Rob kalau Engkau tak menerima kami kepada siapa lagi harus mengadu.
Ya Allah Ya Rob kalau Engkau abaikan kami, kami adalah hambaMU yang tak luput dari kesalahan dan kekhilafan
Ya Allah ya Rob kalau Engkau tinggalkan kami, kami adalah hambaMU yang membutuhkan pertolonganMU.
Ya Allah ya Rob kalau Engkau berpaling dari kami, kami adalah hambaMU masih merindukan kasih sayangMU.
Ya Allah Ya Rob Engkau Maha Besar, Engkau Maha Melihat, Engkau Maha Mendengar sedangkan kami tak memiliki apa-apa ketika Engkau cabut nikmat yang Engkau titipkan.

Ya Allah Ya Rob air mata kami belum kering tak kala corona membumi, kami menangis, kami menjerit, kami meraung-raung dengan suara sekeras-kerasnya agar doa kami didengarkan Sang Pemilik Alam semesta.

Ya Rohman Ya Rohim irhamnaa wa anta arhamurra

Parepare, 13 Juni 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed