oleh

Anak Kebanggaan Orang Tua

-BERITA, OPINI-84 views

Oleh : M.SHODIQ ASLI UMAR

CYBERPARE.COM, PAREPARE, Kami bersyukur, terharu dan bangga anak-anak H.Bahtiar dan Hj.Nani yang pernah kami bina di Masjid Al-Hidayah jadi kebanggaan kedua orang tua.

Teringat kalau kami memarahimu bahkan berkata-kata “kamu bodoh, cengeng dan anak mami, anak papi di sini kawah chandradimuka ( tempat penggodokan ). Di sini anda dibentuk, dikader dan didik agar kelak menjadi anak-anak sholeh serta berbakti kepada kedua orang tua.

Terutama anakda Handar tahu persis, tengah malam yang sunyi kami bentak ” Kamu mau menjadi orang atau menjadi sampah masyarakat. Inilah jawabannya doa dan harapan seorang guru engkau lebih baik dari mereka.

Di Masjid Al-Hidayah tiap tahun melakukan pengkaderan tepatnya di Bulan Ramadhan. Anak-anak yang ada di Kampung Baru dan sekitarnya mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu di antaranya Handar Subhandi saat dikader termasuk anak yang paling aktif dan kreatif. Ada juga Reza Pahlevi sementara mengikuti Program S 2 di Jepang.. Kebetulan keduanya berhadapan rumah dan kedua orang tuanya saya kenal dengan baik.

Setiap bertemu kedua orang tua anak tersebut H.Bahtiar Syarifuddin ayahanda Handar dan H.Muhlis Betta ayahanda Reza Pahlevi selalu menyampaikan kepada saya ” Terserah ustadz Shodiq mau diapakan anak saya yang penting jangan dibunuh”.

Keduanya tidak jauh dari masjid meskipun pengkaderan telah usai. Mereka tetap selalu aktif membina adik-adiknya di masjid apalagi keduanya masih duduk di bangku sekolah SMA pada saat itu.

Ini menjadi motivasi anak-anak remaja masjid yang lain terutama Remahid ( Remaja Masjid Al-Hidayah ) bahwa sukses itu dapat dimulai dari masjid. Masjid sarana untuk beribadah sekaligus tempat mendidik generasi masa depan agama dan bangsa. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed