oleh

Enam Kesepakatan , Hasil Audiensi Aliansi Sarikat Buruh Bersatu KE Pemda Morowali

-BERITA, DAERAH-59 views

CYBERPARE.COM, MOROWALI, – Menindak lanjuti daripada pertemuan tanggal 24-Juni 2020, lalu Audensi Aliansi Sarikat Buruh bersatu ke Pemerintah Kabupaten Morowali tentang ribuan karyawan PT. IMIP yang dirumahkan akibat Pandemi Covid -19, Selasa tanggal (30/6/ 2020, Pemda Morowali kembali menggelar rapat koordinasi lanjutan pada 24/6/2020 lalu di Ruang Pola Kantor Bupati,

Rapat lanjutan tersebut dalam rangka memediasi pihak perusahaan dengan serikat pekerja untuk membahas kepastian nasib mengenai kelanjutan kontrak kerja ribuan karyawan perusahaan yang telah dirumahkan selama berapa bulan terakhir ini

Rapat yang buka langsung Bupati Morowali, Taslim dan dihadiri oleh Kapolres Morowali, AKBP Bayu Indra Wiguno, Asisten II, Sukri Matorang, Kaban Kesbangpol, Abdul Wahid Hasan, perwakilan Kajari dan Dandim 1311 Morowali, pimpinan OPD serta jajaran.serta 6 Serikat Buruh yang di antaranya: PSP-SPN, DPC-SBSI, FSPNI, SPIM, DPC-FPE dan SP-SMIP. dan juga dihadiri oleh fihak, perusahaan yakni PT IMIP, PT TAMACO, PT Trason, PT Bintang Delapan Mineral, PT Ang and Fang Brother, PT ITSS dan PT IRNC Ferrochrome.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa perlu persoalan ini perlu didiskusikan dengan serius sebab menyangkut ekonomi masyarakat.
Beriringan dengan hal itu karena masih berada dalam situasi pandemi Covid-19, dia menegaskan agar keputusan yang dibuat harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Hasil keputusan akan menjadi kesepakatan dan komitmen bersama,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kapolres Morowali, AKBP Bayu Indra Wiguno berujar, untuk mencegah terjadinya cluster baru Covid-19, dibutuhkan perencanaan yang matang. Ia menegaskan, hal tersebut akan berhasil jika adanya penyamaan persepsi yang terbangun di masyarakat.

“Kita juga harus memikirkan rencana urgensi, jika terjadi lonjakan kasus baru bagaimana? Hari ini Pemerintah sulit menghadapi Covid-19, karena masyarakat yang pola pikirnya tidak seragam. Maka dibutuhkan dukungan untuk mematuhi aturan yang ada”,

Adapun hasil kesepakatan antara pihak perusahaan dan serikat pekerja,serta pemerintah daerah, yang dalam berita acara adalah sebagai berikut;

(1.) Setiap tenaga kerja yang akan masuk kerja setelah cuti dan berasal dari luar daerah Morowali untuk menunjukkan hasil tes SWAB/PCR negatif kepada tim gugus tugas covid-19 kecamatan dan tim gugus tugas penanganan covid-19 di kawasan perusahaan pengguna tenaga kerja

(2) Untuk tenaga kerja yang lebih dari 14 hari berada di kabupaten Morowali wajib menunjukkan surat keterangan berbadan sehat dari fasilitas kesehatan pemerintah terdekat kepada Tim Gugus tugas covid-19 kecamatan dan tim gugus tugas penanganan covid-19 di kawasan perusahaan pengguna tenaga kerja.

(3).Perusahaan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk karyawannya yang akan masuk bekerja pasca cuti dan memanggil tenaga kerjanya yang telah dirumahkan secara bertahap sesuai SOP yang berlaku di perusahaan

(4). Bagi tenaga kerja yang kembali pasca cuti adalah hanya tenaga kerja yang terdaftar dalam perusahaan yang beroperasi di kabupaten Morowali

(5). Memprioritaskan tenaga kerja yang sudah berada di daerah Morowali yang sudah lama kembali dari cutinya untuk masuk kerja.

(6). Hasil kesepakatan hari ini akan ditindaklanjuti dengan surat edaran bupati.

Hasil kesepakatan di atas ditandatangani peserta rapat sebanyak 17 orang, baik dari pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait maupun fihak perusahaan serta fihak dari perwakilan 6 sarikat buruh. (ful)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed