oleh

Terkait DAK, Rehab SMP 6 Moncongloe Perlu Pengawasan Aparat Hukum

-BERITA, DAERAH-63 views

CYBERPARE.COM, MAROS, – Dana Alokasi Khusus (DAK) yang digelontorkan Kementerian Keuangan untuk menunjang pendidikan di Kabupaten Maros, khususnya pembangunan Sarana dan Prasarana (Sarpras) di SMP 6 Moncongloe perlu mendapat pengawasan aparat hukum.

Pasalnya, rehab pembangunan ruang kelas, rehab perpusatakaan, rehab kantor, rehab laboratorium IPA dan bangunan baru laboratorium Komputer banyak dipersoalkan. Dimana, dana miliran rupiah dengan sumber dana DAK tahun 2020 yang langsung ditransfer ke rekening sekolah dan dikerjakan langsung oknum kepala sekolah Supratman. Perkerjaannya diduga asal asalan.

Ketua LSM Dewan Presedium Daerah Lembaga Pemantau Penyalahgunaan Anggaran (DPD-LAPPAN) kepada wartawan mengatakan, proyek pembangunan sarana dan prasarana gedung SMP 6 Moncongloe perlu ada pengawas dari aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan dan Kepolisian. Dana miliaran rupiah untuk empat jenis bangunan rehab perlu disikapi secara serius.

“Empat jenis bangunan yang direhab itu hanya mengganti atap, tegel, plafon, menutup dinding yang bocor dan merubah warna catnya yang diperkirakan hanya menghabiskan dana sekitar 200 juta dari empat jenis bangunan itu. Kondisi empat jenis gedung yang direhab di SMP 6 Moncongloe hanya kerusakan biasa pada bagian plafon dan atap. Rehab tersebut ditaksir menghabiskan anggaran 200 juta sementara anggaran DAK yang diterima lebih satu miliar,” jelas Iswadhy.

Iswadhy menyebutkan, ada banyak keganjalan pembangunan pada proyek DAK di SMP 6 Moncongloe dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pihaknya meminta instansi penegak Hukum untuk mengusut pembangunan rehab Perpustakaan, laboratorium, kantor dan ruang kelas yang pembangunanya bersumber dari uang negara. Sehingga mengaku akan membuatkan laporan resminya dalam waktu dekat ini.

Informasi yang beredar bahwa
Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) yaitu Kepala Sekolah Supratman diduga hanya sendiri yang mengelolanya. Semesti rehab itu harus melibatkan masyarakat, komite sekolah untuk menjamin transparansi penggunaan anggaran. “Untuk itu, aparat penegag hukum diminta mengusut tuntas proyek rehab pembangunan sarana dan prasarana di SMP 6 Moncongloe itu,” tegas Iswadhy.

Lebih jauh Iswadhy menjelaskan bahwa bantuan DAK untuk rehab yang ada di Disdik Maros mencapai angka puluhan miliar untuk tahun 2020 yang sudah dikucurkan. Bahkan, ada dua sekolah di Maros mendapat bantuan lebih satu miliar untuk pembangunan rehab ruang kelas seperti SMP 13 Lau juga hampir serupa dengan SMP 6 Moncongloe. Kedua sekolah yang mendapatkan bantuan DAK dalam jumlah yang besar perlu pengusutan tuntas aparat hukum untuk menyelematkan uang negara. “Aparat penegak hukum kejaksaan atau kepolisian diminta untuk mengusut tuntas agar para kepala sekolah dapat bekerja dengan baik dan tidak mengejar keuntungan,” tutup Iswadhy.

Kepala sekolah SMP 6 Moncongloe Supratman mengatakan, anggaran DAK 2020 senilai Rp 1,1 M untuk empat jenis pekerjaaan diantaranya rehap Perpustakaan, rehab Kantor, rehab laboratorium IPA dan pembangunan baru ruang komputer. “Proyek rehab dan bangunan baru ini sementara dalam proses penyelesaiannya,” ujar Supratman.(cp5)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed