oleh

Selingkuhi Istri orang, Oknum Kejati Sulteng Hanya Dimutasi

-BERITA, DAERAH-161 views

CYBERPARE.COM.PALU- Institusi kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tercoreng atas tindakan perselingkuhan dilakukan oknum kejati Sulteng bidang tindak pidana korupsi (Tipikor) kasi Penuntutan Muh. Tofan terhadap istri bawahannya sendiri.

Malah, oknum ini sudah melakukan pernikahan secara siri. Perbuatan tersebut dinilai tak bermoral, sebab keduanya masing-masing telah memiliki pasangan dan dilakukan aparat penegak hukum.

Atas perbuatan oknum jaksa tersebut, pihak keluarga meminta pihak Kejaksaan agar memberikan hukuman setimpal dan seberat-beratnya.

Permintaan itu, disampaikan Darson Laweto paman dari bawahan oknum jaksa tersebut dalam audiens bersama Wakajati Sulteng, Firdaus , Aswas, Teuku Muzafar, Aspidsus Edward Malau, di ruang presroom Kejati Sulteng, Rabu (13/1).

” Kami keluarga tidak menerima kalau oknum Jaksa tersebut hanya demosi atau mutasi,” kata Darson.

Darson mengatakan, sebab merusak rumahtangga orang itu tidak baik, korban anak-anak, suami dan rumahtangga hancur.

” Kami meminta kejelasan dari Wakajati, Aswas yang memerintahkan anggota yang memeriksa Moh.Taufan, istri dan saksi-saksi lainya, apa benar mereka diperiksa itu bersalah dimata hukum,” tanya Fadli Anang timpal perwakilan keluarga lainya.

Bahkan Fadli Anang menambahkan, kasus ini akan dilaporkannya ke Jamwas Kejagung dan juga akan melakukan pelaporan pidana ke Polda Sulteng, sebab perbuatan tersebut merupakan tindak pidana, tapi masih akan berkordinasi dengan korban (Suami ) dari selingkuhan oknum Jaksa tersebut.

Atas pertanyaan pihak keluarga Wakajati Sulteng Firdaus mengatakan, atas kejadian tersebut pihak kejaksaan merasa prihatin, institusi kejaksaan sangat tercoreng dan aib bagi kejaksaan.

” Apalagi korban suami dari selingkuhan oknum jaksa itu telah memasukan laporan pengaduan dan Kejati Sulteng Gerry Yasid telah memerintahkan untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Firdaus.

Firdaus mengatakan, hasil pemeriksaan dilakukan tim Aswas menyimpulkan perbuatan oknum Jaksa tersebut terbukti. Dan dilhat dari kriteria perbuatan itu, merupakan pelanggaran berat, belum sampai hukuman pemecatan.

Firdaus mengatakan , pihaknya baru mengusulkan ke Kejaksaan Agung , sanksi apa akan diberikan kepada Oknum Jaksa tersebut.

” Sebab kewenangan itu ada di Kejagung, kecuali pelanggaran ringan masih kewenangan Kejati memutuskan,” sebutnya.

Sementara inisial S suami dari selingkuhan Oknum Jaksa tersebut, mengaku mengetahui perselingkuhan istri dengan atasanya dari foto-foto ditemukan secara tidak sengaja dalam galeri gawai istrinya September 2020. Dan menerima telpon dari istri oknum Jaksa tersebut.

Selain itu, kata bapak dari tiga anak ini menuntut keadilan agar oknum Jaksa itu dihukum setimpal dengan perbuatanya. Hukuman demosi atau penurunan jabatan atau mutasi kepada atasannya itu, dianggapnya tidak memberikan rasa keadilan baginya.

(Sukiman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed