oleh

Legislator Muda Fraksi Golkar Ini Harap Program PMS Dorong Sektor Pertanian di Bumi Latemmamala

CYBERPARE.COM, SOPPENG — Panen perdana hasil budidaya bawang merah melalui program Pertanian Masuk Masuk Sekolah (PMS) yang dilaksanakan pada Kamis (14/1/2021).

Penen perdana tersebut dihadiri anggota DPRD Soppeng, dari fraksi Golkar, Syamsuddin, yang dilangsungkan di SMP Negeri 2 Lilirilau, Kelurahan Ujung, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Anggota Komisi II DPRD Soppeng ini menilai, program Pertanian Masuk Sekolah merupakan langkah fundamental, bahwa disektor pertanian adalah bidang yang menjanjikan sebuah profesi. Sekaligus langkah awal untuk menciptakan generasi khususnya di bidang pertanian.

“kita perlu bersyukur juga di Kabupaten Soppeng karena memiliki Peminpin H.A.Kaswadi Razak sebagai Bupati Soppeng yang cinta pertanian dan selalu mendorong Sektor Pertanian agar selalu berkembang di Bumi Latemmamala.” kata Syamsuddin, yang merupakan legislator muda dari partai berlambang pohon beringin tersebut.

Menurutnya, Kementerian Pertanian dibawah komando Syahrul Yasin Limpo sejak 2019 mempersiapkan regenerasi dan meningkatkan minat kaum milenial dalam dunia pertanian, melalui program Pertanian Masuk Sekolah.

“Kita perlu menyediakan pangan sepanjang waktu dan SDMnya harus kita siapkan sejak dini,” ujar Syam sapaan akrabnya.

Dia pun berharap, aktivitas ini dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap pertanian dan direplikasi untuk dikembangkan di rumah. Terlebih dia berharap kepada SMP Negeri 2 Lilirilau untuk menjadi contoh dalam pengembangan model pertanian di Kabupaten Soppeng.

Diapun mengungkapkan harapannya kepada SMPN 2 Lilirilau sebagai contoh bagi pengembangan model pertanian di seluruh Kabupaten Soppeng bahkan kedepan pihaknya juga akan mereplikasi kegiatan ini untuk dipraktekan di rumah.

Panen perdana program Pertanian Masuk Sekolah juga dihadiri, Kadis Pendidikan & Kebudayaan, Sekretaris Dinas TPHPKP, Perwakilan Camat Lilirilau, Ketua KTNA Soppeng yang juga sebagai Ketua Komite, Koordinator BPP serta penyuluh pertanian, Pengawas, Wakil Kepala Sekolah dan sejumlah Guru SMP 2 Lilirilau.

Kegiatan tersebut juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seperti wajib menggunakan masker dan menjaga jarak. (AU)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed