oleh

Aliansi Pembela UKM dan UMKM Turun ke Jalan Tolak Kebijakan Pemkot Parepare, Ini Tuntutannya

-BERITA, PAREPARE-1.820 views

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Pembela UKM dan UMKM melakukan aksi di depan Patung Cinta Sejati Habibie Ainun, Kota Parepare, Rabu (27/1/2021) siang.

“Kami melakukan tracking survey beberapa hari kemarin, itu di mulai di bulan 1 Januari. Ternyata kebijakan yang diterapkan Pemerintah Kota Parepare sangat membuat rakyat, terutama pedagang kaki lima atau pedagang-pedangan kecil yang ada di Kota Parepare, menjerit,” kata Asdar Baktiar, saat dikonfirmasi usai melakukan aksi.

Aksi yang dilakukan kata Asdar, menuntut Pemerintah Kota Parepare, terutama bagi Wali Kota Parepare untuk meninjau kembali kebijakannya.

“Bagaimana tidak, kemarin kebijakan itu hanya untuk hanya untuk pengelola kafe and resto atau warkop. Tapi ternyata kebijakan itu melebar untuk pedagang-pedagang kecil kaki lima yang ada di pinggir jalan, kemudian juga untuk toko-toko, bagaimana tidak perekonomian di Kota Parepare itu lumpuh, jika kebijakan itu harus melebar jauh,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, dia menginginkan kebijakan tersebut untuk ditinjau kembali.

“Libatkan semua beberapa pengusaha-pengusaha yang ada di Kota Parepare untuk terlibat dalam adu gagasan dengan pak wali. Karena sudah berapa kali teman-teman menyurati pak wali untuk melakukan audiensi atau berdialog untuk mencari solusinya bersama-sama,”tegas Asdar Baktiar.

“Pak wali menolak, sepihak mereka mengeluarkan kebijakan tanpa melakukan sosialisasi. Bukan kah itu sangat mencederai masyarakat Kota Parepare,” tambahnya.

Dari data yang ia dapatkan, banyak sekali pengusaha yang ada di Kota Parepare itu harus merumahkan karyawannya.

“Karena kenapa ? beban operasional semakin tinggi, pemasukan tidak ada. Mereka harus buka pagi, sebelum jam 7 malam ditutup dan delivery ordernya itu hanya sampai jam 9 malam. Yang kemarin sampai jam 12 malam, itu harus dibatasi, bagaimana tidak pemasukan itu akan terhambat,” tutur Asdar.

“Mereka (masyarakat red-) mau berbelanja itu sudah tidak bisa, dimana kita mau berbelanja. Karena semua toko sudah diwajibkan tutup tutup jam sekian. Maka kami minta kebijakan itu ditandai kembali, libatkan kami semua, libatkan semua organisasi kepemudaan, libatkan semua orang yang bergelut di dunia usaha, para pemilik UKM dan UMKM, libatkan mereka,” tutupnya.(AU)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed