oleh

Kenakan Rompi Orange, Gubernur Sulsel NA Ditetapkan Tersangka oleh KPK

-HUKUM, NASIONAL-1.373 views

CYBERPARE.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar jumpa pers terkait tangkap tangan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah.

Dari pantauan Cyberpare.com, Nurdin Abdullah mengenakan rompi orange bersama dua orang lainnya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021).

Dalam jumpa pers tersebut, tampak hadir Ketua KPK, Firli Bahuri dan Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, sebagaimana janji KPK menyampaikan setelah melakukan pemeriksaan seluruh saksi, pengumpulan barang bukti, dan pemeriksaan para pihak yang diduga sebagai tersangka.

“Adapun kejadian yang kita tangani adalah, Tim KPK telah mengamankan 6 orang pada hari Jumat (26/2/2021), di tiga tempat yang berbeda di daerah Sulawesi Selatan. Yang pertama adalah rumah dinas saudara IR, di kawasan Hertasning, Jalan Poros Bulukumba dan rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

“Yang pertama adalah AS, profesi adalah sebagai Kontraktor, yang kedua NY sebagai Supir daripada saudara AS, seorang Kontraktor, Ketiga SB adalah Ajudan dari saudara NA. ER, jabatan adalah sebagai Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Selatan, F, pekerjaan adalah Supir dari keluarga saudara ER, NA adalah Gubernur Sulawesi Selatan,” tambah Firli Bahuri.

Berdasarkan keterangan para saksi dan bukti yang cukup, kata Firli, maka KPK berkeyakinan bahwa tersangka dalam perkara ini sebanyak 3 orang.

“Pertama sebagai penerima, yaitu saudara NA dan saudara ER, sedangkan sebagai pemberi adalah saudara AS. Adapun dari para tersangka tersebut disangkakan, saudara NA dan ER disangkakan melanggar Pasal 12 a dan Pasal 1 b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31, (Tahun) 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP,” tuturnya.

“Sedangkan sebagai pemberi, saudara AS disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 a atau Pasal 5 Ayat 1 b atau Pasal 13, Undang – Undang 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Dana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undan-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 5 Ayat 1 ke 1 KUHP,” tandas Firli Bahuri.

Lanjutnya, para tersangka, NA, ER, dan AS, dilakukan penahanan selama 20 hari, pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai 18 Maret 2021.

“Saudara NA akan ditahan di Rutan Cabang KPK, Cabang Pomdam Jaya Guntur, ER ditahan di Cabang KPK, pada Kavling C1, AS ditahan di Rutan Cabang KPK, pada Gedung Merah Putih,” punhkasnya. (AU)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed