oleh

KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Sebagai Tersangka Suap Proyek Bersama Kontraktor, Begini Kronologisnya

-HUKUM, NASIONAL-291 views

CYBERPARE.COM, JAKARTA – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menerima suap Rp 2 miliar dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto sebagai imbalan atas izin proyek pekerjaan infrastrukur jalan pada 26 Februari lalu.

Hal tersebut diungkap Ketua KPK, Firli Bahuri saat menggelar jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari.

“SA pada tanggal 26 Februari 2021, diduga menyerahkan uang sebesar RP 2 miliar kepada NA melalui saudara ER. Selain itu, NA juga diduga menerima uang dari kontraktor lain. Pada akhir 2020, NA menerima uang sebesar Rp 200 juta, kemudian pertengahan Februari 2021, NA melalui SB, menerima uang Rp 1 miliar. Selanjutnya pada awal Februari 2021 NA melalui SB, menerima uang sebesar Rp 2,2 miliar,” kata Firli Bahuri.

Kata Firli, ER (Edy Rahmat) merupakan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulawesi Selatan, yang merupakan orang kepercayaan NA (Nurdin Abdullah).

“Sejak bulan Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara saudara AS dan ER, sebagai representasi sekaligus orang kepercayaan saudara NA. Untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun 2021. Dalam beberapa komunikasi, diduga ada tawar menawar fee untuk penentuan masing-masing dari nilai proyek yang nantinya akan dikerjakan oleh AS,” ungkapnya

Lebih lanjut, dijelaskan kronologi tangkap tangan yang dilakukan oleh Tim KPK setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa akan ada dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh Penyelenggara Negara.

“Pukul 20.24 WIB, AS bersama IF menuju ke salah satu rumah makan di Makassar dan setiba di rumah makan tersebut telah ada saudara ER yang menunggu. Dengan beriringan mobil, IF mengemudikan mobil milik ER, sedangkan saudara AS dan ER bersama-sama dalam satu mobil milik AS menuju ke Jalan Hasanuddin Makassar,” ujar Firli.

“Dalam perjalanan tersebut, AS menyerahkan proposal terkait beberapa proyek pekerjaan infrastrukur di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, tahun anggaran 2021 kepada ER. Sekitar pukul 21.00 WIB, IF kemudian mengambil koper yang diduga berisi uang dari dalam mobil milik AS, yang selanjutnya dipindahkan ke bagasi mobil milik ER di Jalan Hasanuddin,” tambahnya.

Menurut Firli, sekitar pukul 23.00 WITA, AS diamankan saat dalam perjalanan menuju Bulukumba, sedangkan sekitar pukul 00.00 WITA, ER beserta uang dalam koper sejumlah sekitar Rp 2 miliar turut disita dari rumah dinasnya. Sekitar 02.00 WITA, saudara NA juga ikut diamankan oleh KPK dari Rumah Jabatan Dinas Gubernur Sulawesi Selatan. (AU)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed