banner 728x250

Terkait Anggaran Desa, 5 Kepala Desa di Pinrang, Dilaporkan Ke Polisi

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, Cyberpare.com — Lima dari 65 Desa di Bumi Lasinrang, terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa (ADD) 2016 – 2017 mulai ditangani Penyidik Tipikor Polres Pinrang.
Kelima Kepala Desa yang saat ini ditangani Tipikor, adalah, Muh.Yusuf (Kades Barugae Kecamatan Duampanua), A.Nasruddin (Kades Bunga Kecamatan Mattiro Bulu). Muh.Safri (Kades Panga Parang Kecamatan Lembang) , 4.La Baba, (Kades Bababinanga Kecamatan Dampanua) dan Husain, Mantan (Kepala Dasa Tadangpalie Kecamatan Cempa Pinrang).

Pengembangan penyidikan lima oknum Kepala Desa ini, dibenarkan Kapolres Pinrang, AKBP Adhi Purboyo, dan Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Suwardi, saat keduanya di hubungi media via whatt Upp, usai sholat Jumat (7/9/2018) belum lama ini.

Dari hasil penelusuran di Lapangan, data yang dihimpun penggiat (LSM) sudah diserahkan ke Tipikor,

”Kami sudah serahkan datanya ke penyidik, dan rekaman dugaan penyalahgunaan ADD ini juga sudah di koordinasisikan dengan Kapolres” terang Muh.Saleh, Aktifis LSM.

Sebelumnya Kepala Desa Barugae, saat dikonfirmasi, menyangkal adanya penyimpangan, oknum Kades ini hanya mengakui , ”Proyek Jembatan yang dikerjakan ada ke cemburuan sosial karena ,mungkin saja pekerjaannya diserahkan orang lain,” kata Muh.Yusuf

ADD yang sedianya diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur ditingkat pedesaan di seluruh tanah air, satu persatu penyalagunaanya terungkap menyimpang dari harapan. Tapi apa yang terjadi , malah oknum kepala desa ini bermain-main dengan ADD-nya.

Penggiat aktivitas , M.Saleh, dan Moh.Zain. memintah penyidik TIPIKOR tidak hanya terpaku kepada oknum Kepala Desa akan tetapi lebih perdalam peran konsultan yang lebih berperan bekerjasama dengan pihak ketiga mengerjakan proyek di pedesaan.

”Persoalannya keterlibata konsultan pendamping Desa yang berperan sebagai pihak yang menyusun rencana pembangunan Desa disebabkan karena pihak konsultan didanai sebesar 3% dari pagu anggaran setiap Desa,” jelas tambah M.Saleh.(Jnn / Effendy)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *