banner 728x250
DAERAH  

Haru dan Tulus, Empati Warga Sulbar Buka Posko Makan Gratis 

banner 120x600
banner 468x60

MAMUJU, Cyberpare.com — Masyarakat Korban dan terdampak bencana Gempa Kabupaten Donggala, Tsunami Palu dan Kabupaten Sigi. Memuji rasa empati yang diperlihatkan Masyarakat Sulbar mulai dari Kabupaten Pasangkayu, Mamuju Hingga di Kabupaten Majene.

Sejumlah Eksodus korban Bencana Sulawesi Tengah, bahkan menilai Masyarakat Sulbar Hebat, dalam memberikan empati rasa kemanusiaan yang menimpa saudara saudara kita di Kota Palu, Sigi dan Kabupaten Donggala.

“Masyarakat Sulbar Hebat” tulis Edmond Leonars Siahaan, salah seorang warga yang terkena dampak pada Bencana Sulawesi Tengah saat melintas di Wilayah Sulawesi Barat.

Seperti yang diceritakan Edmon Leonard Siahaan, salah seorang Warga yang melintas di Wilayah Sulbar, Ia melihat sepanjang perjalanan Dari Kabupaten Pasangkayu sampai Kabupaten Majene di Sulawesi Barat (Sulbar), berdiri posko-posko makan  untuk para pengungsi dari Palu, Sigi, Donggala dan para relawan yang melewati daerah.

Posko- posko ini adalah inisiatif masyarakat di Sulbar, mereka menyediakan minuman berupa teh,  kopi, kue-kue, hingga makanan berat. Bahkan ada Pos Medis, Hampir ditiap Desa ada 2 hingga 3 posko yang disiapkan warga setempat.

Ia menilai, makanan yang disajikan pun kelas restoran seafood,  cumi saus pedas, udang goreng tepung, hingga ikan batu. Padahal rumah yang dijadikan posko adalah rumah nelayan atau petani yang jauh dari kesan rumah mewah, tulisnya di akun medsosnya.

Cara warga Sulbar ini, menjamu para warga Sulteng yang melintas atau pembawa logistik sumbangan yang melintas, dengan berdiri di depan posko memanggil para pengungsi untuk singgah makan pada jam-jam makan, pagi, siang, malam. “Mari Pak, Bu, mari singgah makan dulu”, teriak mereka dijalan mempersilahkan mobil yang melintas singgah istirahat.

“Saya terharu dengan gerakan spontan masyarakat Sulbar ini, mereka begitu tulus dan ikhlas membantu para pengungsi sepanjang hari, begitu kuat rasa kemanusiaan mereka” Terang Edmond.

Dikisahkannya, Ia tidak bisa membayangkan seandainya sepanjang jalan di Sulbar tidak ada posko-posko makan ini,  pasti terjadi kemacetan luar biasa karena pengungsi akan menumpuk di rumah makan yang hanya ada beberapa itu.

“Dari hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih yang tak terkira kepada masyarakat Sulbar, semoga kebaikan kalian akan dibalas Tuhan Yang Maha Kuasa. Terima kasih…terima kasih” Ungkapnya dengan penuh haru. (Els / Effendy)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *