banner 728x250

Petani Bacukiki Swadaya Keruk Aliran Sungai

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, Cyberpare.com
Petani Labarang Kelurahan Watang Bacukiki swadaya membiayai alat berat (Ekskavator) untuk pengerukan aliran sungai yang mengalami pendangkalan dan abrasi sekira 70 meter.

Ruslan, salah satu petani yang merasakan dampak banjir mengatakan, setiap musim hujan aliran sungai Labarang hingga Lapadangpero menjadi langganan banjir. Dimana luapan sungai membawa pasir, baru, dan pohon yang hanyut menutupi areal persawahan.

“Masalah ini kerap kali diusulkan di musrenbang, namun hingga kini perhatian Pemerintah tak kunjung datang,” ujar Ruslan.

Bahtiar, pemilik sawah yang paling merasakan kerugian di musim tanam terpaksa merogoh kocek untuk membayar sewa Ekskavator.

Kondisi ini juga dirasakan petani lainnya, bekerja keras mengeluarkan limbah yang menutupi lahan persawahan seperti batu, pasir, pohon kayu.

“Sungguh menyiksa kita para petani untuk membersihkannya, dan berdampak pada hasil panen yang merosot”, ungkap Ruslan.

Hal ini dibenarkan Jamaluddin salah satu (pemilik sawah), pengerukan aliran sungai merupakan swadaya petani yang mendatangkan alat berat dan membayar secara bersama sama

“Hanya saja disanyangkan kalau pemerintah tidak turun tangan mengatasi masalah ini. Sebab apa yang telah dilakukan petani Labarang nampaknya kurang maksimal dan efektif.
Alasannya pengerukan yang kurang lebar, tumpukan material yang kurang tinggi dan tebal sebagai penahan air, alur sungai yang menikung, serta perlunya bronjong atau diturap sebagai penahan luapan banjir”, ujar Jamaluddin.

“Intinya, petani menaruh harapan besar kepada pemerintah kiranya dapat memberikan perhatian, membantu, dan ada upaya perbaikan agar aliran sungai selalu berasas manfaat,” harap Jamaluddin.

#Jamal#

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *