PALOPO, Cyberpare.com — Seorang tahanan polsek Wara, kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat (23/11/2018) ditemukan tewas dalam sel tahanan.
Identitas tahanan adalah BHD (50) kasus pencurian uang Rp 60 juta, Ia diduga tewas karena bunuh diri.
Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah mengatakan, korban diduga bunuh diri ditandai dengan adanya benda tajam yakni pisau cukur atau Silet.
“Dugaan sementara yaitu bunuh diri, hal ini diperkuat dengan ditemukannya pisau cukur di ruang tahanan korban yang sudah terbongkar dari tempatnya,. anggota Polsek yang piket mendengar teriakan tahanan meminta tolong. Mendengar teriakan itu anggota pun bergegas mengunjungi ruang tahanan dan menemukan korban tersandar di tembok dengan luka pada bagian pergelangan tangan dan leher.
“Jadi teman korban sesama tahanan yang membuka kamar mandi, tiba-tiba terlihat banyak darah, urat nadi putus dan leher teriris,” katanya.
Polisipun langsung membawa korban dengan kondisi luka parah ke Rumah Sakit Atmedika, namun dalam perjalanan korban meninggal dunia.
Dijelaskan, Ardiansyah, berdasarkan keterangan dari teman sesama tahanan, korban setiap malam sering menangis, dan saat diautopsi, terdapat luka robek pada bagian lengan dan leher korban.
“Hingga kini, Kami masih mendalami kasus ini untuk mencari tahu penyebab BHD bunuh diri, kami masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf mengatakan, saat ini jasad korban masih berada di rumah sakit Atmedika Palopo.
“Kami sedang koordinasi dengan pihak keluarganya di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan untuk mempersiapkan kepulangan jenazah ke daerah asalnya,” kata Ardy.
BHD adalah tahanan kasus pencurian uang Rp 60 juta, Resmob Polda Sulsel di Pakkatto, Kabupaten Gowa, Oktober bulan lalu. Dia diamankan di Gowa pada Oltober lalu Rabu (10/10/2018) dini hari, sekitar pukul 01.00 Wita, karena terlibat aksi pencurian di wilayah hukum polsek Wara,” tuturnya.(Amr / Effendy)


















