Editor : Ardiansyah
PAREPARE, Cyberpare.Com — Pembangunan sumur dalam dan reservoir Tahun Anggaran 2016 senilai kurang lebih Rp 15 miliar yang tersebar di enam titik, tak mampu atasi krisis air bersih di Kota Parepare. Sebagian besar warga terus mengeluhkan pasokan air bersih PDAM yang kerap tidak mengalir di beberapa daerah padat penduduk, bahkan ada yang sudah berbulan-bulan meteran airnya tidak dialiri air PDAM.
Padahal Pemerintah setempat sebelumnya mengklaim bahwa masyarakat Parepare tidak perlu khawatir lagi mengenai ketersediaan air bersih apabila sumur dalam sudah berfungsi yang katanya di setiap titik mampu memproduksi air sebanyak 20 liter per detik. Namun setelah difungsikan, kenyataannya realita di lapangan masih banyak warga yang kekeringan.
Meski 2 titik sumur, termasuk reservoir (penampungan) telah dibangun di wilayah Kecamatan Bacukiki, krisis air bersih yang bertahun-tahun terjadi di Bilalangnge Kecamatan Bacukiki kembali terulang tahun ini. Bahkan warga harus antri mulai pukul 04.00 Wita di sumur yang menjadi satu-satunya harapan warga untuk memperoleh air.
“Setiap tahun begini (kekeringan). Mulai pukul 04.00 subuh warga sudah berdatangan di sumur ini untuk mendapatkan air buat masak dan mencuci, itupun kita harus menunggu berjam-jam lamanya baru sumur ada airnya lagi,” jelas Hafsah, salah seorang warga Bilalangnge, Senin (11/9/2017).
Warga pun nampak mulai bosan terhadap awak media yang setiap tahunnya datang meliput di Bilalangnge, namun tak kunjung ada solusi dari pemerintah daerah. “Setiap tahun di shoting terus, kalau kemarau dan sumur sudah kering di shoting lagi, mauki beli air mahal tong harganya. jadi buat apa di shoting terus kalau tidak adaji perubahan,” ucapnya.
Setiap tahunnya bila musim kemarau tiba, sumber air (sumur) di Bilalangnge dikelilingi baskom dan ember milik warga. Sebab sumur itu merupakan sumber air satu-satunya bagi mereka untuk mendapatkan pasokan air.
Setelah antri sejak subuh, warga mendiamkan air yang didapatkan terlebih dahulu agar kotorannya mengendap. Warga Bilalangnge mengharapkan ada solusi cepat dari pemerintah daerah terkait krisis air bersih yang sudah terjadi bertahun-tahun di wilayahnya.
Sekadar diketahui, tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare kembali menganggarkan pembangunan 7 titik sumur dalam berkapasitas 20 liter per detik senilai Rp 20 miliar. (ardi)


















