CYBERPARE.COM, PAREPARE — Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare mendapat bantuan kacamata gratis dari Helen Keller International (HKI) dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (Iropin).
Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Parepare, H Pangerang Rahim, untuk disalurkan kepada siswa SMP/MTs.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Parepare, Sriyanti Ambar mengatakan, bantuan kacamata gratis tersebut sebagai tindak lanjut kerja sama antara Pemkot Parepare dengan HKI dan Iropin.
Menurutnya, Iropin Sulsel bertugas menyiapkan peralatan, melakukan pemeriksaan refraksi, layanan optisi, distribusi kacamata serta pengumpulan data layanan. HKI mengkoordinasi kegiatan, melakukan rekapitulasi dan analisis data, pelaporan hasil layanan serta bertanggung jawab pada pembiayaan.
Sementara Pemkot Parepare melalui Dinkes dan Disdik bertanggungjawab dalam hal perizinan, koordinasi PKM dan sekolah sasaran, sosialisasi petugas PKM, guru dan orang tua siswa serta monitoring dan evaluasi kegiatan.
“Dari hasil pemeriksaan refraksi pada siswa siswi SMP dan MTsN di Parepare tahun 2017, memperlihatkan bahwa kasus-kasus gangguan penglihatan pada anak masih cukup besar,” ujar dia.
Hasil yang sama, kata dia, kembali terlihat pada hasil skrining penglihatan yang dilakukan oleh guru dan kader Posyandu beberapa waktu lalu yang berhasil mendeteksi 646 siswa di 27 SMP/MTs dan 30 balita di 64 Posyandu mengalami gangguan penglihatan.
“Di SMP Negeri 7 Parepare misalnya ada 5 siswa yang terdeteksi mengalami gangguan mata. Data tertinggi terdapat di SMP Negeri 2 Parepare yakni sebanyak 157 orang siswa,” katanya.
“Kemudian disusul SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 10 Parepare masing-masing sebanyak 77 orang siswa. Skrening ini dilakukan mulai tanggal 26 Februari sampai dengan 12 Maret 2019,” bebernya.
Sriyanti menambahkan, terkait temuan itu perlu digalakkan kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan penglihatan.
Juga kegiatan advokasi untuk mendapatkan dukungan dari semua sektor dalam kasus-kasus penanggulangan gangguan penglihatan yang terjadi pada masyarakat.
“Tak kalah pentingnya adalah upaya deteksi dini dan penanggulangan gangguan penglihatan pada Balita dan usia sekolah sampai usia lanjut. Terutama terhadap penyebab utama kebutaan seperti katarak, glaukoma dan kelainan refraksi harus lebih digiatkan lagi,” tandas dia.
Diketahui, HKI adalah lembaga yang bergerak di bidang pencegahan kebutaan mata pada anak dan pendidikan inklusi. Sedangkan Iropin merupakan organisasi profesi kesehatan yang melakukan layanan di masyarakat. (Ad)


















