NUNUKAN, CYBERPARE.Com. — Akibat derasnya hujan yang mengguyur Kabupaten Nunukan sepanjang Senin malam (23/06/2019) membuat air sungai Bolong Nunukan meluap sehingga puluhan rumah terendam air di bantaran Sungai Bolong terutama di sekitar Pasar Baru dilanda banjir.
Peristiwa tersebut membuat Bupati Nunukan Hj. Hasmin Laura Hafid harus terjaga di subuh hari dan segera memerintahkan Asisten dan jajaran Dinas terkait untuk melakukan tindakan cepat menangani banjir yang melanda sungai bolong tersebut.
Dikonfirmasi oleh Warta Humas, hal tersebut dibenarkan oleh
Kabag Humas dan Protokol Setdakab Nunukan, Hasan Basri saat dikonfirmasi Cyberpare.com membenarkan. “Iya betul, kejadian ini Bupati minta supaya ditindak lanjuti cepat, ada perintahnya tadi subuh”, kata Hasan Basri.
Bertindak akan kejadian tersebut, instansi terkait langsung menuju ke lokasi banjir yang dimaksud. Ada beberapa titik di bantaran sungai Bolong dilakukan pembersihan sampah yang hanyut dan menyumbat aliran sungai.
Dari Dinas Lingkungan Hidup Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, Kecamatan Nunukan, Kelurahan Nunukan Timur, dan Babinsa bahu membahu membersihkan sumbatan sampah yang sangkut di bawah jembatan yang menutup aliran air.
Dinas Pemadam Kebakaran dengan mesin yang mereka miliki juga tampak melakukan penyedotan genangan air di pemukiman warga. Dan tidak lama kemudian genangan air yang merendam rumah warga mulai surut dikarenakan aliran sungai sudah lancar.
Selain melakukan tindakan penanganan banjir sungai Bolong, juga dilakukan tinjauan pada beberapa insfrastruktur. Selain memantau penanganan banjir Bantaran Sungai Bolong di sekitar Pasarbaru, pantauan juga dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin SH dengan didampingi oleh Kabag Pemerintahan H. surai dan Kabid Persampahan Joned S.Hut pada embung Kampung Tator dan aliran sungai bolong.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir. H. Sufyan beserta Kepala BPBD Rahmadji Sukirno dan Lurah Nunukan Tengah beserta jajarannya juga meninjau pingiran yang ambrol dan potensi longsor di seputar Jl. Fatahillah.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin SH menyampaikan bahwa banjir yang terjadi sekira pukul 02.00 dini hari hingga pukul 05.00 ini disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi yang berlangsung hampir satu malam, pada saat yang bersamaan air laut pasang sehingga alur sungai bolong tidak dapat menampung debit air sehingga air meluap ke sebagian rumah warga sekitar pasarbaru.
“Tinggi genangan air bervariasi, mulai dari 10 centimeter sampai 40 centimeter”, jelas Amin.
Amin juga menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya beberapa rumah yang terendam banjir.
Selain air hujan yang cukup tinggi dan air laut pasang, banjir kali ini juga disebabkan daya tampung embung sei bolong di kampung tator sudah melebihi kapasitas tampung, sehingga pintu air bendung dibuka oleh PDAM, upaya ini dilakukan agar embung sei bolong tidak jebol.
“Penanganan cepat telah kita lakukan, dan apa yang kita dapatkan dalam pantauan ini sudah saya laporkan ke Bupati”, kata Amin. (Anto/pcl/cyberpare).


















