CYBERPARE.COM, PAREPARE — Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) menggelar unjuk rasa di Tugu Tunas Kelapa dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare, terkait penolakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Selasa (17/9/2019).
Ditengah aksi di Gedung DPRD Kota Parepare, para demonstran menghentikan sejenak unjuk rasa untuk menjalankan kewajibannya menunaikan shalat dzuhur, yang dilaksanakan di jalan, depan Gedung DPRD
Pada kesempatan itu, Korlap unjuk rasa yang juga Ketua BEM Umpar, Ardy mengatakan, demonstrasi dilakukan sebagai wujud menyuarakan aspirasi rakyat menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.
“Kehadiran pemerintah yang sejatinya dibentuk untuk menjadi pelayan rakyat, kemudian menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat lewat program dan kebijakannya, salah satunya yaitu program BPJS yang berorientasi memberikan jaminan kesehatan bagi rakyat kecil agar bisa tetap sehat dengan kondisi perekonomian yang rendah,” jelasnya.
Kebijakan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan, lanjut dia, akan berdampak pada kehidupan masyarakat kecil yang berujung pada kesengsaraan rakyat. Hal ini pun bertolak belakang dengan amanat undang undang yakni, UUD 1945 Pasal 28 H ayat 1 sampai 3, UUD 1945 Pasal 34 ayat 1 sampai 3, UU No 40 tahun 2004 Tentang sistem jaminan sosial nasional dan UU No 24 tahun 2011 tentang Badan penyelenggaraan jaminan sosial.
“Menaikkan iuran BPJS hingga 100 persen dengan alasan defisit anggaran, jelas memberatkan masyarakat yang menjadi peserta. Kami menuntut agar ada transparansi pengelolaan anggaran BPJS Kesehatan dan menolak kenaikan iurannya,” tandasnya. (Ad)


















