banner 728x250

Menghindari Gesekan, Polsek Minasatene Lakukan Mediasi Masyarakat Terkait Penutupan Sungai Leang Lonrong

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PANGKEP — Polsek Minasatene, Polres Pangkep yang dipimpin Kapolsek Minasatene Iptu Abd. Halim Lau didampingi Kanit Intel Aipda Syahrir z dan Bhabinkamtibmas Bripka Muh.Amir bertemu dengan tokoh masyarakat terkait penutupan sungai Leang Lonrong yang berada di Kampung Biringere, Desa Panaikang, Kabupaten Pangkep. Selasa, 2/10/2019

Pasalnya, Masyarakat Kampung Leang Lonrong dan Kampung Biringere Desa Panaikang protes dan keberatan dengan hal tersebut dan mendatangi tempat kejadian dimana penutupan sungai Aliran Air tersebut menyatakan Protesnya kepada pelaksana Proyek.

Pelaksana Proyek oleh pihak Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, melalui CV AM 20 Makassar Pimpinan M. Ilyas, yang di kerjakan oleh pelaksana Proyek Guli Plat yang beralamat di Jl. Andi Mandacingi No 28 Kabupaten Pangkep, di bawa pimpinan Abubakar.

Kapolsek Minasatene, Iptu Abd. Halim Lau mengatakan, sebelumnya, dia telah memerintahkan anggotanya melalui anggota Bhabinkamtibmasnya untuk mencari informasi dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Sebelumnya, kami telah memerintahkan anggota Bhabinkamtibmas Bripka Muh Amir, setelah mendapat Informasi langsung mendatangi TKP bermasa Kanit Patroli Aipda Haeruddin, anggota Intel,Aipda Rustam dan Kanit Provost Aipda Sanuddin Polsek Minasatene untuk menenangkan Masyarakat dan mendinginkan situasi guna menghindari terjadinya hal hal yang tidak diinginkan. Kemudian Bhabinkamtibmas menyarankan kepada pihak Kehutanan dan pelaksana Proyek pembendungan Aliran Air tersebut di hentikan untuk di cari solusinya yang baik,”jelasnya.

Kata Abd Halim, pihaknya telah melakukan tindakan dan mencari solusi dengan koordinasi dengan Masyarakat dan Pemerintah Desa.

“Tindakan yang akan kita ambil adalah, memanggil pelaksana proyek untuk dimintai keterangannya dan koordinasi dengan Masyarakat dan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan Minasatene untuk mendapatkan solusi yang terbaik,”ujarnya.

Alasan Masyarakat protes dan keberatan atas penutupan atau pembendungan Aliran Air Sungai karena di musim kemarau ini air tidak dapat mengaliri persawahan dan apabilah musim Hujan turun air sungai akan meluap dan bisa mengakibatkan banjir masuk ke perkampungan. (uk)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *