CYBERPARE.COM, PAREPARE — Proyek perbaikan trotoar di Jalan Bau Massepe, tepatnya di perempatan lampu merah patung Cinta Sejati Habibie Ainun, bahayakan pengendara jalan yang melintas di jalan tersebut. Jumat, 4/10/2019
Pasalnya, material sisa pengerjaan proyek belum juga dibersihkan dan dapat memakan korban khususnya bagi pengendara roda dua.
Dari pantauan, batu yang diduga dari sisah bongkaran pengerjaan duiker dibiarkan tergeletak oleh para pekerja trotoar tanpa memikirkan keselamatan pengguna jalan mengingat posisi tersebut pada tikungan.
Selain bongkahan batu, sisah-sisah pasir yang terdapat dibeberapa titik jalan Bau Massepe, dibiarkan berceceran di jalan tanpa ada tanda-tanda.
Salah seorang pengendara yang sering melintasi jalan tersebut menganggap, sisa material proyek berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan yang lewat, apalagi disaat malam hari jalan tersebut ramai dilalui pengendara utamanya roda dua.
“Bahaya itu pak, masa dibiarkan begitu saja. Itu juga yang di dekat SMP 9 ada pasir yang berserakan di jalan,” beber Takrim kepada Cyberpare.com
Sebagai warga masyarakat Parepare, ia pun menyarankan agar instansi terkait segera membersihkan sisa-sisa material tersebut. “Sebelum ada korban, cepat-cepat dibersihkan lah,”tuturnya.
Dihubungi terpisah, Kasat Lantas Polres Parepare, AKP Budi Susilo mengatakan, sudah dua kali dia melakukan teguran terkait hal tersebut.
“Iya, itu tidak boleh ada batu di situ, siapa yang pasang batu. Batu itu bisa membahayakan pengendara dan sudah dua kali saya kesana menyampaikan kepada tukangnnya, karena mandornya tidak ada,” kata Budi.
Pria berpangkat tiga balok tersebut mengungkapkan, perbaikan infrastruktur jalan di suatu daerah khususnya di Kota Parepare, dia tetap mendukung karena itu salah satu menuju kota yang tertib dan sehat.
“Namun pada saat pengerjaan, perlu juga diperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya, seperti sisah materialnya menggunakan jalan tanpa dipasangi papan bicara atau rambu sehingga pengguna jalan tidak terhambat dan apabila ada korban kena materiil itu, yahh yang punya proyek yang bertanggung jawab,”jelasnya.
Ditekankan kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas PUPR Parepare, supaya lebih intensif turun ke lapangan meninjau langsung dan jika bisa mengevaluasi kinerja rekanan dan konsultan pengawas.
Konsultan jangan hanya mnghitung progres, tapi memastikan pekerjaan sesuai, termasuk area lokasi pekerjaan harus safety. (uk)


















