CYBERPARE.COM, PAREPARE — Setelah Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Parepare turun tangan membersihkan sisah material proyek pengerjaan trotoar tepatnya di perempatan lampu merah patung Cinta Sejati Habibie Ainun, yang dapat membahayakan pengendara. Sabtu 5/10/2019
Di jalan tersebut, terdapat bongkahan batu dari sisah pengerjaan trotoar yang diduga sengaja menyisahkan sampah sisah material dibeberapa Ruas Jalan Protokol Kota Parepare.
Terlihat aparat Polisi Lalu Lintas dengan sigap mengangkat tumpukan pasir pada sisi bahu jalan Bau Massepe menggunakan skop.
Seperti yang terdapat di sudut sisi kanan Jalan Bau Massepe, dimana berdiri megah Patung Cinta Sejati Habibie Ainun, terdapat bongkahan batu dari sisah bongkaran duiker.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Indonesia Care (Incare) Parepare, Andi Ilham sangat menyayangkan yang dilakukan oleh pekerja proyek yang hanya mengutamakan progres, tanpa memikirkan keselamatan pengguna jalan.
“Seharusnya para rekanan harus merasa
“MALU” kepada bapak Polisi Lalu Lintas yg justru turun tangan membersihkan sisa tumpukan material Pasir yang terdapat pada beberapa ruas Jalan protokol Bau Massepe,” ucapnya saat dihubungi.
Kata dia, hal ini dilakukan oleh Sat Lantas agar menghindarkan terjadinya Laka Lantas bagi pengguna jalan akibat dari adanya unsur kelalaian ataupun kesengajan para pekerja yang terlambat membersihkan area kerjanya.
“Bahkan pada sisi Monumen Cinta Ainun Habibie terlihat 2 Aparat Kepolisian dengan Sigap memindahkan Bongkahan Batu besar yang merupakan sisah bongkaran Duiker yang sengaja ditempatkan oleh Rekanan tepat ditikungan entah dengan maksud apa ?,”tutur Andi Ilham.
Lanjut, dia pun berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, dalam hal ini Dinas PUPR Parepare untuk mengevaluasi kinerja para rekanan.
“Kita berharap Pemkot dalam hal ini OPD PUPR dapat melakukan EVALUASI Kinerja para Rekanan bukan saja pada Kualitas pekerjaan tapi dari sisi Attitude dan Mental mereka karena dengan banyaknya sisa material yang tersisa dan menumpuk pada jalan Bau Massepe, akibat pelaksanaan proyek trotoar ini bisa berakibat Fatal jika terjadi kecelakaan Lalu lintas,” kesal Andi Ilham.
Sementara terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare, Rudi Najamuddin saat dikonfirmasi mengatakan, ia menghimbau kepada rekanan proyek, untuk membersihkan lokasi yang terdapat sisah-sisah material proyek yang dapat membahayakan pengguna jalan.
“Proyek kalau selesai pekerjaan…rekanan harus bersihkan lokasi, kalau ada kecelakaan maka itu tanggungan rekanan,” tutupnya. (uk)


















