CYBERPARE.COM, PAREPARE — Ketua Harian Partai Golkar Kota Parepare, Kaharuddin Kadir, angkat bicara terkait persoalan atau isu KDRT yang menimpa salah seorang kadernya yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Parepare.
Menurut Kahar, sapaan akrabnya, isu yang menyudutkan Mulyadi, salah satu kader Golkar, itu merupakan urusan rumah tangga atau privasi bersangkutan, dan tidak ada kaitannya dengan partai. Apalagi, ia meyakini Partai Golkar dapat melihat secara dewasa persoalan yang menuding atau mengisukan salah seorang kadernya.
“Saya percaya, publik maupun media cerdas melihat serta menilai terkait persoalan ini. Kami meminta jangan menghubung-hubungkan antara persoalan pribadi dengan partai. Disini kami merasa dirugikan dua kali, Pertama Kader kami yang dituding dan diisukan, kemudian nama partai yang disangkutpautkan,” jelas Kahar.
Selaku Ketua Harian Partai Golkar, lanjut Kahar, dirinya telah meminta klarifikasi terhadap Mulyadi, selaku yang diisukan melakukan KDRT.
“Saya sudah tanyakan kebenarannya, dan kader kami mengaku tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan. Saya percaya dengan pernyataan kader tersebut,” tegasnya.
“Aroma persoalan ini jelas saya nilai berbau politik, yang rawan dimanfaatkan oknum. Kita imbau khususnya kader Golkar jangan mudah dihasut, sebaliknya mari sumbang pikiran terkait persoalan yang dihadapi kader kita,” tandas Kahar. (Ad)


















