PAREPARE,CYBERPARE.COM, — Panitia Walikota Cup 2019 resmi mendiskualifikasi Tim Jawi Putra FC dari turnamen sepak bola Walikota Cup 2019.
Itu setelah Jawi Putra terbukti melanggar peraturan pertandingan dengan menurunkan pemain yang tidak sah dalam babak perempat final melawan FC Bimantara, Kamis, 17 Oktober 2019.
Ketua Panitia Walikota Cup, HM Iskandar Nusu mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Askot PSSI Parepare dan panitia Walikota Cup menindaklanjuti surat protes resmi dari FC Bimantara.
“Tim investigasi yang diketuai Pak Edhar Abdullah menemukan bukti bahwa Siswandi, pemain Jawi Putra bukanlah karyawan Koperasi Simpan Pinjam Gemilang Cabang Parepare, seperti yang tertulis dalam surat keterangan. Berarti dia pemain luar, sementara Jawi Putra mendaftarnya sebagai pemain lokal berdasarkan surat keterangan itu. Jadi Jawi Putra melanggar aturan khusus pertandingan pada pasal 5 ayat 10 terkait persyaratan pemain, dengan memainkan tidak sah. Sehingga Jawi Putra didiskualifikasi, dan lawannya (Bimantara, red) dinyatakan menang WO,” ungkap Iskandar Nusu dalam meeting bersama empat klub semifinalis di Gazzaz Cafe and Resto, Senin, 21 Oktober 2019.
Dengan demikian, Bimantara yang akan berhadapan dengan Media FC pada pertandingan semifinal pertama di Stadion Gelora Mandiri (SGM) Parepare, Selasa malam, 22 Oktober 2019.
Sementara pertandingan semifinal kedua pada Rabu malam, 23 Oktober 2019, antara FC Bhayangkara melawan Beringin FC.
Selain mengumumkan keputusan soal diskualifikasi Jawi Putra, panitia juga membahas teknis soal pertandingan babak semifinal.
Pada semifinal pertama, Media bertindak sebagai tuan rumah mengenakan kostum hitam-hitam, Bimantara kostum merah merah.
Semifinal kedua, Bhayangkara bertindak sebagai tuan rumah mengenakan kostum abu-abu, lawannya Beringin orange-orange.
Kick-off tetap pukul 19.30 Wita, sementara tiket masuk stadion naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per penonton sudah termasuk biaya pengamanan parkir kendaraan.
Ketua Askot PSSI Parepare, M Rahmat Sjamsu Alam dalam meeting meminta kerja sama dan kesadaran tim semifinalis untuk ikut menegakkan aturan dan kesepakatan khususnya dalam menertibkan bench (bangku cadangan pemain).
“Panitia berusaha untuk menegakkan aturan. Netral. Tidak mengintervensi, termasuk wasit kita tidak intervensi. Tidak memihak kepada salah satu klub. Meski kami akui masih memiliki keterbatasan dan jauh dari kesempurnaan, tapi kami tetap berupaya memberikan yang terbaik,” tegas Wakil Ketua DPRD Parepare ini.
Dalam meeting tim semifinalis mengusulkan agar wasit yang memimpin dua pertandingan semifinal dan satu pertandingan final adalah Andi Asri Asis yang merupakan wasit nasional. (*)


















