CYBERPARE.COM. PAREPARE. Guna mengenang masa-masa kejayaan kelompok pemuda Ujung Bulu khususnya pemuda Ganggawa, jika tak ada aral melintang mereka akan gelar “pesta” silahturrahim pada hari Sabtu, 28 Desember 2019. Gelaran ini diprakarsai H. Alwi Tikka, SE, MM, salah satu tokoh pemuda tahun 80-an yang memang lahir dan besar di Jalan Ganggawa Ujung Bulu Kota Parepare.
Rupanya Alwi Tikka yang pernah melanglang buana sebaga kepala Syahbandar di Indonesia, salah satunya di Pelabuhan Sibolga Sumatera Utara ini merasa terpanggil untuk mengumpulkan para pemuda pada jamannya sekaligus membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan pemuda Ganggawa pada khususnya dan pemuda Ujung Bulu pada umumnya.
“Tentu saja, silahturrahim ini sifatnya positip untuk mengenang masa-masa manis dan kejayaan pemuda Ujung Bulu”, kata Alwi kepada Cyberpare.com di sela rapat persiapan acara silahturrahim, Minggu malam (22/12) di Sekertariat Silahturrahim Ganggawa Ujung Bulu.
Memang pada tahun 70-an hingga 80-an pemuda-pemuda Ujung Bulu cukup disegani di Kota Parepare. Meski ada kelompok pemuda-pemuda lain namun pemuda Ujung Bulu punya kelebihan sendiri sehingga diperhitungkan pemuda lainnya pada waktu itu. Memori inilah, jelas Alwi, menjadi tujuan pelaksanaan silahturrahim Ganggawa Ujung Bulu.
Dengan didampingi R. Bambang BS yang ditunjuk sebagai sekertaris dan Ibrahim Allo sebagai bendahara, Alwi cukup serius memimpin rapat acara silahturrahim itu. Sebab ia mempunyai tekad kuat untuk mensukseskan gelaran silahturrahim tersebut. Sehingga ia meminta pula panitia yang telah ditunjuk bekerja dengan baik dan serius.
“Bila gelaran silahturrahim ini berjalan sukses maka ke depan akan dipikirkan Ganggawa Ujung Bulu dibawa kemana. Apakah menjadi ormas atau bagaimana ?”, ungkap Alwi.
Dalam rapat itu disepakati Gelaran Silaturrahim Ganggawa Ujung Bulu berlangsung pada malam hari Sabtu, 28 Desember 2019 bertempat di Jalan Genggawa. Oleh karena sifatnya silahturrahim, Alwi Tikka tidak ingin terkesan kaku. Sehingga ia meminta Bambang yang spesialis dalam entertaimen untuk mengemasnya sedemikian rupa. Ia menginginkan acara itu milik warga Ujung Bulu pada umumnya dan Ganggawa pada khususnya. Intinya, dia menginginkan acara itu berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. (takdir).


















